Pejuangkantoran.com – Dalam pembangunan Indonesia, desa memiliki peran penting dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah menjadikan desa sebagai subjek pembangunan, pusat pertumbuhan dan kebudayaan daerah, serta sebagai titik sentral pembangunan.
Di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, desa masuk ke dalam program Asta Cita ke-6 yang berbunyi 'membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan'.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mefokuskan penggunaan Dana Desa tahun 2025. Pertama, untuk penanganan kemiskinan ekstrem sebesar 15 persen.
Kedua, penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ketiga, peningkatan promosi dan layanan dasar kesehatan, termasuk pencegahan stunting.
Keempat, dukungan terhadap program ketahanan pangan atau swasembada pangan. Kelima, pengembangan potensi keunggulan desa seperti desa wisata atau desa ekspor.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen dalam mendukung Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan yang dimulai dari desa dengan tujuan pemerataan ekonomi dan percepatan pengentasan kemiskinan.
Komitmen ini ditunjukkan dengan kembali membuka pendaftaran Program Desa BRILiaN 2025. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pengembangan desa berbasis komunitas dan teknologi.
“Melalui Desa BRILiaN, kami ingin mendorong desa-desa di Indonesia agar semakin mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokalnya dengan dukungan ekosistem keuangan digital BRI,” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI M. Candra Utama.
Manfaat dari Ekosistem yang Terintegrasi
Sebagai program yang dirancang untuk meningkatkan perekonomian desa, Desa BRILiaN 2025 membuka kesempatan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk bergabung dan mendapatkan manfaat dari ekosistem yang terintegrasi.
Program Desa BRILiaN adalah program inkubasi dari BRI yang mendukung pengembangan desa melalui empat aspek utama, yaitu penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan sustainability.
Hingga akhir tahun 2024, jumlah Desa BRILiaN yang dibina oleh BRI mencapai 4.327 desa di seluruh Indonesia. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.178 desa.
Program Desa BRILiaN 2025 berfokus pada empat aspek utama yang menjadi pilar pengembangan desa, yaitu:
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai motor penggerak ekonomi desa.
- Digitalisasi, implementasi teknologi digital dalam berbagai aktivitas dan produk desa guna meningkatkan efisiensi serta memperluas akses pasar.
- Sustainability pembangunan desa yang tangguh dan berkelanjutan dalam membangun desa.
- Innovation, penerapan solusi inovatif untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan desa agar mampu berkembang secara adaptif.
Menurut Candra, \Program Desa BRILian 2025, BRI tidak hanya menghadirkan pendampingan dan pembinaan, tetapi juga mempertegas komitmen nyata dalam mewujudkan desa-desa yang inovatif, adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit Rp626,6 Triliun Utuk Melayani 35,9 Juta UMKM
BRI Peduli Yok Kita Gas Mengedukasi Masyarakat Mengelola Sampah Supaya Bernilai Ekonomis
Berkat Fondasi Kinerja BRI yang Resilient, Nasabah Raih Layanan Perbankan yang Optimal
BRI Menanam - Grow and Green Bersama Masyarakat Selamatkan Ekosistem Terumbu Karang dan Tingkatkan Pendapatan Nelayan
Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian: BRI Group Optimis Perkuat Ekonomi Indonesia
Abon Cap Koki: Dari Purbalingga ke Pasar Global Berkat Inovasi dan Dukungan BRI
BRI Salurkan Non-Cash Loan kepada IIF untuk Mendukung Pembiayaan Proyek Infrastruktur Strategis