Akankah Paus Leo XIV Sang Penggemar White Sox Menjadikan Olahraga sebagai Pesan Perdamaian?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 12 Mei 2025 | 10:31 WIB
Paus Fransiskus saat berjumpa Kardinal Robert Francis Prevost yang kini menjadi Paus Leo XIV. (Vatican Media)
Paus Fransiskus saat berjumpa Kardinal Robert Francis Prevost yang kini menjadi Paus Leo XIV. (Vatican Media)

PejuangKantoran.com - Ketika Kardinal Robert Francis Prevost terpilih menjadi Paus baru menggantikan Paus Fransiskus, warga Amerika khususnya Chicago langsung penasaran: dia tim mana, Cubs atau White Sox?

Kardinal Prevost, yang kini menggunakan nama Paus Leo XIV, ternyata punya cerita yang menarik banget seputar olahraga baseball. Paus berusia 69 tahun ini tumbuh besar di sebuah kota kecil bernama Dolton, nggak jauh dari Chicago.

Nah, Chicago ini punya dua klab yang masuk tim Major League Baseball, yaitu Chicago Cubs dan Chicago White Sox.

Baca Juga: Pakai Judul Kontroversial, Bakal Seintim Apa Penampilan Darius Sinathrya dalam 'Sugar Daddy'?

Awalnya muncul rumor Paus Leo XIV adalah fans Cubs, yang bagi sebagian warga Chicago Selatan itu kayak "dosa besar". Tetapi abangnya, John Prevost, buru-buru klarifikasi: Paus Leo itu fans White Sox, bukan Cubs.

Katanya sih, mereka memang besar di lingkungan yang lebih condong ke Sox, sementara keluarga ibunya memang dari sisi Utara yang cenderung mendukung Cubs.

Bukti-buktinya rupanya terekam jelas. Waktu White Sox masuk ke World Series tahun 2005, Robert Prevost yang waktu itu sudah tinggal di Roma, bela-belain datang ke Game 1 di Chicago. Dia bahkan terekam kamera TV nasional di stadion!

Waktu itu Sox menang 5-3 dan akhirnya jadi juara dunia untuk pertama kalinya sejak 1917. Jadi bisa dibilang, dia bukan fans karbitan.

Meski begitu, Robert -yang biasa disapa Bob oleh keluarganya- bukan tipe yang jago main olahraga. Menurut teman lamanya, James Priestley, Bob lebih suka buku daripada bola.

Di seminari dan kampus, dia dikenal sebagai anak pintar yang suka ngobrol soal filsafat dan agama, bukan soal siapa yang mencetak home run terbanyak.

Baca Juga: Dari Kaki Gunung Ciremai, Kelompok Wanita Tani Binaan BRI Berhasil Membuat Penganan Ubi Jalar Naik Kelas

Bahasa universal

Beda banget sama pendahulunya, Paus Fransiskus. Paus yang baru saja wafat ini dikenal sebagai penggemar berat sepak bola. Dia adalah fans setia klub Argentina, San Lorenzo de Almagro, dari kecil sampai akhir hayatnya.

Bahkan waktu meninggal, kartu anggota klubnya dengan nomor 88235 (yang pas banget dengan usia dan waktu wafatnya) jadi viral di media sosial.

Paus Fransiskus percaya bahwa olahraga lebih dari sekadar hiburan. Buat dia, olahraga itu bahasa universal yang bisa menyatukan semua orang, lintas agama, ras, bahkan ideologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN, NY Times, Studyfinds

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X