Fattah-1 Mengejutkan Banyak Pihak, Ternyata Teknologi Rudal Iran Bermula Dari Embargo Persenjataan

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 19 Juni 2025 | 12:20 WIB
Suasana upacara pengenalan rudal Fattah pada tahun 2023. (Mohammad Sadegh Nikgostar)
Suasana upacara pengenalan rudal Fattah pada tahun 2023. (Mohammad Sadegh Nikgostar)

Pejuangkantoran.com – Iron Dome dan Arrow yang merupakan rudal pertahanan canggih milik Israel kembali dipecundangi. Kali ini rudal Fattah-1 milik Iran berhasil menembus pertahanan yang konon efektif menangkal serangan udara itu.

Dikutip dari Kompas.com, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan rudal hipersonik Fattah-1 pada Rabu (18/62025) dini hari ke Tel Aviv.

Rudal yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023 ini disebut memiliki kecepatan luar biasa, kemampuan manuver yang tinggi, dan mampu menembus sistem pertahanan rudal paling canggih sekalipun.

Kecepatan Fattah-1 bisa mencapai 5 kali kecepatan suara atau sekitar 6.100 kilometer per jam. Ini yang menyebabkan rudal dengan jangkauan hingga 1.400 kilometer ini sulit dihadang. Bahkan IRGC pun menyebut rudal ini dengan julukan “Fattah adalah pemukul Israel” ketika rudal ini diperkenalkan pertama kalinya.

Fattah-1 juga sangat lincah di udara. Ia dilengkapi dengan nozel bergerak pada mesin roketnya, yang memungkinkannya bermanuver secara lateral (kiri-kanan), vertikal (atas-bawah), bahkan berputar di luar angkasa.

Baca Juga: F-35 Lightning II Yang Konon Ditembak Jatuh Iran ini Ternyata Program Militer Termahal Dalam Sejarah

Teknologi ini memungkinkan rudal tersebut untuk menghindari intersepsi saat mendekati target.

Canggihnya lagi, Fattah-1 ini bisa menciptakan partikel superpanas di sekitarnya saat menuju atmosfer atas sehingga membuatnya dapat mengganggu komunikasi radar dan menjadikannya sulit terdeteksi.

Meskipun serangan Iran ke Israel ini berhasil menembus pertahanan Israel, namun keefektifannya masih diperdebatkan. Ini tak lepas dari kemampuan Iran dalam membangun teknologi rudal canggih yang belum diketahui.

Sementara ini, baru AS dan China yang sudah mengembangkan rudal hipersonik modern dengan manuver canggih. Rusia, Korea Utara, dan Iran masih dalam tahap awal atau klaim yang belum diverifikasi.

Kalau klaim Iran benar, maka Fattah-1 menandai Iran sebagai salah satu negara dengan teknologi militer yang sangat maju.

 

Teknologi Rudal Iran

Sejarah teknologi dan pengembangan rudal di Iran tak lepas dari Revolusi Islam di Iran yang terjadi pada tahun 1979. Ketika revolusi ini terjadi, Iran mengalami embargo senjata dari pihak barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, kompas.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X