Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 11 Juli 2025 | 21:32 WIB
Ilustrasi: Agar lingkungan kerja yang sehat dapat terwujud, konflik di tempat kerja harus segera ditangani. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Agar lingkungan kerja yang sehat dapat terwujud, konflik di tempat kerja harus segera ditangani. (Freepik/Yanalya)

3. Lakukan pertemuan satu per satu
Sebelum pertemuan kelompok, HR bisa mengajak bicara tiap orang secara pribadi. Di sini, setiap pihak bisa cerita lebih detail soal kejadian yang mengganggu dan alasan mereka merasa kesal.

4. Tentukan aturan main
Saat akhirnya bertemu bersama, tetapkan dulu aturan: Saling menghormati, tidak memotong pembicaraan, dan bicara dengan kepala dingin. HR harus membantu menjaga arah pembicaraan agar tetap positif dan fokus pada solusi.

5. Cari solusi bersama
Setelah semua pihak paham asal-usul konfliknya, saatnya cari jalan keluar bersama. Setiap orang bisa memberi ide dan berkontribusi pada solusi.

Baca Juga: BRI Fokus Himpun Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang

Ini bukan menentukan siapa menang atau kalah, tetapi bagaimana ke depannya semua orang bisa kerja bareng tanpa drama.

6. Tindak lanjut itu penting
Setelah mediasi, HR harus cek lagi apakah solusi yang disepakati benar-benar jalan. Jika belum, berarti masih ada yang perlu diperbaiki.

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang sehat bukan berarti tidak ada konflik di tempat kerja, tetapi mampu mengelola konflik dengan cara yang adil dan konstruktif.

Itulah peran HR, dengan bantuan dari manajemen, dalam menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi semua karyawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: HRDive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X