3. Lakukan pertemuan satu per satu
Sebelum pertemuan kelompok, HR bisa mengajak bicara tiap orang secara pribadi. Di sini, setiap pihak bisa cerita lebih detail soal kejadian yang mengganggu dan alasan mereka merasa kesal.
4. Tentukan aturan main
Saat akhirnya bertemu bersama, tetapkan dulu aturan: Saling menghormati, tidak memotong pembicaraan, dan bicara dengan kepala dingin. HR harus membantu menjaga arah pembicaraan agar tetap positif dan fokus pada solusi.
5. Cari solusi bersama
Setelah semua pihak paham asal-usul konfliknya, saatnya cari jalan keluar bersama. Setiap orang bisa memberi ide dan berkontribusi pada solusi.
Baca Juga: BRI Fokus Himpun Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang
Ini bukan menentukan siapa menang atau kalah, tetapi bagaimana ke depannya semua orang bisa kerja bareng tanpa drama.
6. Tindak lanjut itu penting
Setelah mediasi, HR harus cek lagi apakah solusi yang disepakati benar-benar jalan. Jika belum, berarti masih ada yang perlu diperbaiki.
Pada akhirnya, lingkungan kerja yang sehat bukan berarti tidak ada konflik di tempat kerja, tetapi mampu mengelola konflik dengan cara yang adil dan konstruktif.
Itulah peran HR, dengan bantuan dari manajemen, dalam menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi semua karyawan.
Artikel Terkait
Di Balik Pembuatan Film 'Sore: Istri dari Masa Depan', Sheila Dara Belajar Bahasa Kroasia
3 Cara Meningkatkan Kolaborasi di Tempat Kerja agar Tak Ada Karyawan yang Beban Kerjanya Lebih Besar
Cara Meningkatkan Manajemen Waktu dan Keterampilan Organisasi Diri? Ikuti 5 Tips Cerdas Ini!
BRIvolution: Akselerasi Transformasi BRI Menuju Masa Depan Perbankan
Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
Etika Kirim Chat Urusan Pekerjaan agar Terkesan Santai, tapi Tetap Profesional
BRI Kembali Jadi Bank Terbaik di Indonesia Versi The Banker, Tembus Peringkat 114 Dunia