PejuangKantoran.com - Di masa pandemi, produk suplemen asal Australia, Blackmores, termasuk salah satu produk yang dicari untuk menjaga kekebalan tubuh. Kini, Blackmores digugat dengan tuntutan hukum yang cukup serius.
Salah satu konsumennya, Dominic Noonan-O'Keeffe, mengklaim bahwa ia mengalami masalah kesehatan akibat kadar vitamin B6 yang terlalu tinggi di salah satu produk Blackmores yang dikonsumsi.
Dominic mulai mengonsumsi suplemen Blackmores sejak Mei 2023. Saat itu, tujuannya sederhana, yaitu ingin menjaga kesehatannya menjelang kelahiran anak pertamanya.
Baca Juga: Survei: 64% Konsumen Ogah Beli Foldable Phone, padahal Tiap Tahun Ada Ponsel Lipat Baru
Ia memilih produk magnesium dari Blackmores yang ternyata juga mengandung vitamin B6.
Namun tanpa disadari, dosis vitamin B6 di dalamnya jauh lebih tinggi dari yang direkomendasikan.
Tak lama setelah rutin mengonsumsi suplemen itu, Dominic mulai merasakan berbagai gejala yang mengganggu. Dari kelelahan, sakit kepala, otot yang kerap berkedut, jantung berdebar, hingga kehilangan sensasi pada bagian tubuh tertentu.
Setelah berkonsultasi ke dokter, ia didiagnosis mengalami neuropati atau kerusakan pada saraf, yang diduga akibat asupan vitamin B6 yang terlalu banyak.
Meskipun ia berhenti minum suplemen itu pada awal 2024, Dominic mengatakan gejalanya tidak hilang. Ia masih mengalami rasa sakit dan gangguan saraf setiap hari hingga sekarang.
Gugatan untuk mewakili siapa saja yang jadi korban
Pengacara dari firma hukum Polaris yang mewakili Dominic menyebut bahwa produk suplemen Blackmores yang dikonsumsi klien mereka mengandung vitamin B6 sekitar 29 kali lebih tinggi dari jumlah harian yang disarankan.
Baca Juga: Bakal Jadi Film Kolosal, Produksi 'Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian' Libatkan 300 Pemain Ekstra
Kini, Polaris Lawyers sedang menyelidiki kemungkinan mengajukan gugatan class action (gugatan perwakilan kelompok) terhadap Blackmores.
Blackmores digugat secara massal untuk mewakili siapa saja yang mungkin mengalami keluhan akibat konsumsi produk Blackmores yang mengandung B6 berlebih.
“Kami sudah menerima laporan bahwa ratusan orang di Australia bisa saja mengalami dampak negatif serupa karena kadar vitamin B6 yang terlalu tinggi di suplemen yang dijual bebas,” ujar Nick Mann, pendiri sekaligus pengacara utama di Polaris Lawyers.
Belum ada kesepakatan jelas
Artikel Terkait
Benarkah Segelas Air Lemon Bisa Menyehatkan Tubuh?
6 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Bisa Memperpendek Usia
10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Asia Timur Paling Unggul
Di Balik Kebebasan WFH Ternyata Ada Tantangan Besar. Ini yang Bikin Pekerja WFH Merasa Tertekan!
Ketika Atasan Melakukan "Quiet Quitting", Apa Dampaknya untuk Kamu sebagai Anak Buahnya?
Apa Iya Hidup Hanya Tentang Kerja? Mungkin Ini Saatnya Cek Keseimbangan Hidup Kamu!
7 Keterampilan Yang Harus Kamu Asah Terus Untuk Tingkatkan Kemampuan Negosiasi