Mantan Istri Chris Martin, Gwyneth Paltrow, Ditunjuk Astronomer Jadi “Juru Bicara” Perusahaan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:00 WIB
Sebagai strategi komunikasi menyusul skandal CEO-nya, Astronomer menunjuk Gwyneth Paltrow sebagai juru bicara. (Instagram @gwynethpaltrow)
Sebagai strategi komunikasi menyusul skandal CEO-nya, Astronomer menunjuk Gwyneth Paltrow sebagai juru bicara. (Instagram @gwynethpaltrow)

PejuangKantoran.com - Insiden terungkapnya perselingkuhan CEO Astronomer Andy Byron dengan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, di konser Coldplay pada Rabu (16/7/2025), masih jadi perbincangan di seluruh dunia.

Setelah keduanya mengundurkan diri, kini Astronomer melakukan langkah tak terduga untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap reputasi perusahaan.

Dalam langkah yang tidak biasa namun cukup jenius, Astronomer menggandeng Gwyneth Paltrow sebagai “juru bicara sementara” dalam video pendek yang diunggah sebagai strategi komunikasi perusahaan di LinkedIn.

Baca Juga: Tak Selalu Menjadi Kunci Produktivitas, Multitasking Justru Bisa Kontraproduktif di Momen Berikut Ini!

Seperti diketahui, Gwyneth adalah mantan istri Chris Martin, vokalis Coldplay. Saat jumbotron menyorot Andy dan Kristin yang tengah berpelukan, Chris secara spontan berkomentar apakah mereka sedang berselingkuh atau hanya malu tertangkap kamera. Reaksi gugup Andy dan Kristin di momen itulah yang akhirnya mengungkap perselingkuhan mereka yang kontroversial.

 

Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah di LinkedIn Astronomer, Gwyneth Paltrow tampil formal dengan latar musik korporat, menyapa penonton, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan (fiktif namun menggelitik) seputar insiden tersebut.

Salah satunya adalah, “OMG! What the actual f**k?”, yang dijawab dengan pernyataan ringan namun tetap membawa pesan promosi: “Astronomer adalah tempat terbaik untuk menjalankan Apache Airflow.”

Sekadar info, Apache Airflow adalah tool open source untuk membuat, menjadwalkan, dan memantau alur kerja secara terprogram, yang digunakan oleh Data Engineer untuk mengorkestrasi alur kerja atau pipeline.

Alih-alih menghindari topik, Gwyneth justru dengan gaya santai memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Astronomer lebih luas ke publik.

Baca Juga: Jika Rapat Lama dan Bertele-tele, Lakukan Ini agar Meeting Lebih Efektif dan Cepat Selesai

“Kami senang melihat begitu banyak orang tiba-tiba tertarik pada otomatisasi alur data,” ujarnya sambil tersenyum.

Respons publik terhadap kampanye ini cukup positif. Banyak pengguna LinkedIn memuji langkah berani tim marketing Astronomer, khususnya Chief Marketing Officer Leo Zheng.

Komentar seperti “Brilian,” “Mic drop,” hingga pujian terhadap strategi Astronomer tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif ini berhasil menarik perhatian—bahkan mengubah krisis menjadi peluang.

Namun, tidak semua tanggapan bernada positif. Beberapa pihak mempertanyakan kesesuaian antara pesan yang disampaikan dan nada komunikasinya, menyebut kampanye ini terasa “absurd tapi tetap berkesan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X