10 Kota Ideal di Dunia Tahun 2025 menurut Gen Z, yang Penting Akses Kegiatan Budaya Mudah!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 08:26 WIB
Copenhagen, dengan Copenhagen Jazz Festivalnya, merupakan salah satu kota ideal di dunia menurut Gen Z. (Jazz.dk)
Copenhagen, dengan Copenhagen Jazz Festivalnya, merupakan salah satu kota ideal di dunia menurut Gen Z. (Jazz.dk)

3. Cape Town, Afrika Selatan. Sebanyak 82% anak muda bahagia tinggal di sana, karena 76% menganggap hiburan malamnya terjangkau, dan 71% menyebut kotanya indah.

4. New York City, AS. Kota ini paling sering disebut “menarik” oleh Gen Z, dengan 82% memuji kemudahan berjalan kaki, dan 84% menilai kehidupan malamnya yang tinggi.

5. Copenhagen, Denmark. Skor tinggi untuk kota ini berasal dari kebahagiaan (64%) dan reputasinya sebagai kota romantis (54%).

Baca Juga: Rahasia Mengajukan Pertanyaan yang Tepat di Tempat Kerja, Termasuk saat Rapat dan Negosiasi

6. Barcelona, Spanyol. Ada 77% responden yang menilai kota ini inklusif dan beragam, serta 71% bahagia tinggal di sana.

7. Edinburgh, Inggris. Penilaian teratasnya adalah untuk ruang hijau (95%) dan ramah pejalan kaki (89%).

8. Mexico City, Meksiko. Sebesar 83% responden merasa bahagia tinggal di sana, dan menjadi kota paling terjangkau kedua setelah Bangkok.

9. London, Inggris. Mayoritas, yaitu 96% responden, memuji seni dan budayanya, 95% mengapresiasi kulinernya, namun hanya 45% yang menilai biaya hidupnya terjangkau.

10. Shanghai, China. Sebanyak 96% responden memberi nilai tinggi untuk transportasi publik, dan 84% merasa bahagia tinggal di sana.

Urutan selanjutnya setelah itu adalah:

11. Sydney, Australia
12. Beijing, China
13. Paris, Perancis
14. Tokyo, Jepang
15. Berlin, Jerman
16. Seville, Spanyol
17. Chicago, AS
18. Chiang Mai, Thailand
19. Praha, Republik Ceko 
20. Lisbon, Portugal

Baca Juga: 10 Istilah Dalam Padel yang Wajib Kamu Pahami Agar Dapat Bermain dengan Benar dan Lebih Seru!

Daftar ini menunjukkan, kota ideal di dunia menurut Gen Z bukan hanya soal kemajuan ekonomi atau ikon wisatanya, melainkan tentang bagaimana kota tersebut memberikan pengalaman hidup yang kaya, inklusif, dan mudah diakses.

Seperti kata Ed Cunningham, jika sebuah kota ingin menarik generasi muda, “Pastikan mereka merasa bisa menjadi bagian dari denyut nadi budayanya, tanpa batasan akses atau biaya.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Timeout

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X