Rekaman Pidato Sri Mulyani yang Menyebut Guru sebagai Beban Negara Ternyata Hasil Deepfake!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:56 WIB
Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa potongan video dirinya yang menyebut guru itu beban negara adalah deepfake. (Instagram @smindrawati)
Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa potongan video dirinya yang menyebut guru itu beban negara adalah deepfake. (Instagram @smindrawati)

PejuangKantoran.com - Beberapa hari belakangan ramai pemberitaan mengenai potongan video Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang terlihat mengatakan bahwa guru itu beban negara.

Namun, ternyata kabar tersebut hoaks alias berita palsu. Lewat akun Instagram resminya, @smindrawati, Sri Mulyani dengan tegas membantah isi video tersebut. Ia menuliskan:

Potongan video yang beredar yang menampilkan seolah-olah saya menyatakan guru sebagai beban negara adalah HOAX. Faktanya, saya tidak pernah menyatakan bahwa guru sebagai beban negara.

"Video tersebut adalah hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato saya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu.”

Baca Juga: Film Pangku dan Mothernet Siap Berkompetisi di Program Vision di Busan International Film Festival

Hal senada juga disampaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan bahwa video itu palsu.

“Video mengenai guru itu beban negara, itu hoaks. Ibu Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan hal tersebut,” kata Deni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Selasa (19/8/2025), seperti dikutip Tempo.co.

Ia menambahkan, potongan video itu dibuat dengan teknik deepfake serta diambil secara tidak utuh dari pidato asli Sri Mulyani di ITB. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima informasi yang berseliweran di media sosial.

Isi pidato asli Sri Mulyani

Agar tidak salah paham, kamu harus tahu sebenarnya apa yang dibicarakan Menkeu Sri Mulyani di ITB. Dalam pidatonya, Sri Mulyani justru menyoroti soal keluhan banyak guru dan dosen terkait gaji yang masih kecil.

Baca Juga: Wordsmith Group Buka Lowongan Berbasis Proyek untuk Penulis Annual Report dan Sustainability Report

Menkeu mengatakan, hal ini memang menjadi tantangan besar bagi keuangan negara.

“Banyak di media sosial yang mengatakan, ‘Oh, menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar.’ Ini memang salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus ditanggung negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” katanya.

Artinya, saat itu Sri Mulyani bukan menyebut guru sebagai beban negara, melainkan sedang menekankan bahwa masalah gaji dan kesejahteraan guru adalah isu serius yang harus dicarikan solusi bersama.

Anggaran Pendidikan 2026

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Tempo.co, detikfinance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X