Tolak Aturan 13 Jam Kerja, Seluruh Pekerja di Yunani Demo dan Bikin Satu Negara Lumpuh!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 20:47 WIB
Foto Ilustrasi - Gelombang protes muncul di negara Yunani ketika warganya menolak rencana pemerintah yang akan memberlakukan aturan 13 jam kerja dalam satu hari
Foto Ilustrasi - Gelombang protes muncul di negara Yunani ketika warganya menolak rencana pemerintah yang akan memberlakukan aturan 13 jam kerja dalam satu hari

PejuangKantoran.com -  Di Yunani, ribuan pekerja turun ke jalan karena tidak setuju dengan rencana pemerintah yang ingin memperpanjang jam kerja jadi 13 jam sehari. Aksi ini membuat banyak aktivitas berhenti total, terutama di kota besar seperti Athena dan Thessaloniki.

Bagi para pekerja, aturan seperti ini dianggap semakin menjauhkan mereka dari kehidupan yang seimbang antara kerja dan waktu pribadi.

Selama 24 jam, ribuan orang menghentikan pekerjaannya. Transportasi umum berhenti beroperasi, sekolah dan rumah sakit kehilangan tenaga, bahkan kapal feri yang biasanya ramai ikut tertahan di pelabuhan.

Satu negara benar-benar lumpuh karena warganya memilih turun ke jalan demi menyuarakan penolakan.

Baca Juga: Posisi Prompt Engineer sedang Jadi Incaran Banyak Perusahaan, Gajinya Juga Bikin Ngiler!

Kemauan pemerintah dan pekerja bertolak belakang

Dalam waktu dekat, Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis berencana mengesahkan aturan yang memungkinkan pekerja berada di tempat kerja sampai 13 jam sehari atau lima jam lebih lama dari biasanya.

Pemerintah beralasan kebijakan ini bisa memberi fleksibilitas, terutama bagi anak muda yang biasanya kerja di dua tempat sekaligus.

Buat para pekerja, hal ini justru terasa tidak adil. Mereka bilang aturan baru hanya akan menambah beban.

Dengan gaji yang termasuk terendah di Eropa, mereka sudah berjuang keras untuk bertahan hidup. Sekarang mereka diminta untuk bekerja hampir sepanjang hari, tapi imbalannya tidak sepadan.

Kondisi hidup yang semakin berat

Yunani sendiri masih membawa luka panjang dari krisis ekonomi. Perekonomian sempat turun lebih dari 25%, dan sampai sekarang upah masih jauh tertinggal dibanding negara lain di Uni Eropa.

Walaupun pemerintah sudah menaikkan upah minimum menjadi 880 euro per bulan, jumlah ini tetap sulit menutup biaya hidup yang terus naik.

Kritik juga datang dari para ahli tenaga kerja. Mereka bilang jam kerja yang lebih panjang bisa bikin produktivitas turun dan risiko kecelakaan meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X