Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:19 WIB
Ilustrasi: Penggunaan AI ternyata tidak sebesar yang dibayangkan, dan mungkin hanya segelintir yang benar-benar memanfaatkannya secara intensif. (Freepik)
Ilustrasi: Penggunaan AI ternyata tidak sebesar yang dibayangkan, dan mungkin hanya segelintir yang benar-benar memanfaatkannya secara intensif. (Freepik)

Berdasarkan data, AI lebih sering digunakan untuk keperluan produktivitas daripada hiburan. Sebelum membuka situs AI, banyak pengguna mengakses laman pencarian atau login, dan setelahnya mereka menuju situs pendidikan atau pekerjaan.

Ini menunjukkan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu kerja atau belajar, bukan sekadar untuk bersenang-senang.

Penelitian berjudul Evaluating Artificial Intelligence Use and Its Psychological Correlates via Months of Web-Browsing Data ini menjadi salah satu studi pertama yang mengukur penggunaan AI secara objektif melalui data nyata, bukan sekadar survei atau persepsi.

Baca Juga: Tiket Emas dalam Karier Bukan Lagi Ditentukan Hanya dengan Ijazah dan Gelar Keren, Tapi Plus yang Satu Ini!

Temuannya menunjukkan bahwa meskipun penggunaan AI sering menjadi pembicaraan, kebanyakan orang masih menggunakan teknologi ini dengan sangat terbatas, bahkan mungkin hanya segelintir yang benar-benar memanfaatkannya secara intensif.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa banyak orang tidak akurat menilai seberapa sering mereka menggunakan AI. Ada yang merasa sering, padahal jarang, dan sebaliknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: psypost.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X