Berdasarkan data, AI lebih sering digunakan untuk keperluan produktivitas daripada hiburan. Sebelum membuka situs AI, banyak pengguna mengakses laman pencarian atau login, dan setelahnya mereka menuju situs pendidikan atau pekerjaan.
Ini menunjukkan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu kerja atau belajar, bukan sekadar untuk bersenang-senang.
Penelitian berjudul Evaluating Artificial Intelligence Use and Its Psychological Correlates via Months of Web-Browsing Data ini menjadi salah satu studi pertama yang mengukur penggunaan AI secara objektif melalui data nyata, bukan sekadar survei atau persepsi.
Temuannya menunjukkan bahwa meskipun penggunaan AI sering menjadi pembicaraan, kebanyakan orang masih menggunakan teknologi ini dengan sangat terbatas, bahkan mungkin hanya segelintir yang benar-benar memanfaatkannya secara intensif.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa banyak orang tidak akurat menilai seberapa sering mereka menggunakan AI. Ada yang merasa sering, padahal jarang, dan sebaliknya.
Artikel Terkait
5 Manfaat Mengetahui Body Mass Index, Terutama Bagi Kamu yang Sedang Menjalani Diet
Rekrutmen PPNPN Bea Cukai 2025: Kesempatan Berkarier di BLBC Kelas I Jakarta
Lowongan Kerja: @america Jakarta Buka Posisi Social Media Specialist
Rencana Praktis 7 Hari Pasca Kena PHK yang Baik Untuk Dijalani Agar Mental Kamu Pulih
Meta Makin Gaspol di Dunia AI, Gaet Anak Muda Jenius seperti Alexandr Wang Jadi Pemimpin
Luar Biasa... Krisdayanti Jadi Atlet Wushu dan Siap Tanding di Kejuaraan Wushu Dunia di China!
6 Karakter Personal dan Pekerjaan yang Cocok-Tak Cocok bagi Setiap Karakter Berikut Alasannya