Tiket Emas dalam Karier Bukan Lagi Ditentukan Hanya dengan Ijazah dan Gelar Keren, Tapi Plus yang Satu Ini!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:35 WIB
Agar sukses kariermu, maka tak bisa hanya andalkan gelar dan ijazah saja, namun juga harus ada keterampilan plus lainnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Agar sukses kariermu, maka tak bisa hanya andalkan gelar dan ijazah saja, namun juga harus ada keterampilan plus lainnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Dulu, rumus sukses karier rasanya sangat jelas, yaitu sekolah yang bagus, dapat gelar, masuk kerja level pemula, lalu naik pangkat. Namun, sekarang ini sepertinya rumus itu mulai tidak berlaku lagi.

Menurut CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, ijazah yang dulu dianggap “tiket emas” untuk karier kini makin kehilangan pengaruh.

Sekarang, yang lebih dicari sekarang justru sikap fleksibel, berpikir ke depan, dan mau belajar teknologi baru, terutama mengenai kecerdasan buatan alias AI.

Ini bukan lagi cerita masa depan karena semuanya sudah terjadi sekarang.

AI jadi “nilai plus” yang kini wajib dimiliki

Data survei Microsoft 2024 menyebut 71% pimpinan perusahaan lebih memilih kandidat yang paham AI meski kurang pengalaman, daripada kandidat berpengalaman, tetapi tidak mengerti AI.

Bahkan 66% perusahaan menyebut tidak akan merekrut orang yang sama sekali tidak punya keterampilan AI.

Baca Juga: Tak Perlu Takut Dengan AI Karena Justru Bisa Bantu Kamu Tingkatkan Soft Skill Diri. Begini Caranya!

LinkedIn juga mencatat bahwa lowongan kerja yang meminta literasi AI naik 70% dalam satu tahun terakhir.

Artinya jelas, yaitu skill AI bukan lagi bonus, tetapi sudah jadi syarat dasar, seperti bisa pakai Word atau Excel.

Lulusan baru punya tantangan lebih berat

Posisi entry-level yang selama ini jadi pintu masuk untuk lulusan baru saat ini menjadi yang paling rawan digantikan otomatisasi. Pekerja generasi muda terpaksa menghadapi kenyataan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk jaminan masa depan.

Seperti kata ekonom utama LinkedIn, Karin Kimbrough, “Kemampuan beradaptasi adalah mata uang baru.”

Dengan kata lain, mereka yang cepat belajar dan cepat menyesuaikan diri akan menang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Linkedin, Calibre, My Engineers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X