Disebut Sebagai Next Scarlett Johansson, Tilly Norwood Si Aktris AI Memicu Kekhawatiran Baru.

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Tilly Norwood,aktris AI yang disebut sebagai the next Scarlett Johansson , timbulkan kekhawatiran baru. (Tak diketahui)
Tilly Norwood,aktris AI yang disebut sebagai the next Scarlett Johansson , timbulkan kekhawatiran baru. (Tak diketahui)

Pejuangkantoran.com - Belakangan ini, Hollywood sedang ramai membicarakan sosok baru bernama Tilly Norwood. Uniknya, Tilly ini bukan manusia sungguhan.

Ia adalah aktor digital yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan oleh komedian asal Belanda, Eline Van der Velden, lewat studio AI miliknya yang bernama Particle6.

Van der Velden menyebut Tilly sebagai karya kreatif yang bisa membuka jalan baru di dunia hiburan. Ia bahkan berharap Tilly bisa jadi “Scarlett Johansson berikutnya.”

Sayangnya, kehadiran Tilly justru meresahkan banyak orang. Setelah diperkenalkan di sebuah festival film, banyak aktor dan serikat pekerja hiburan menyuarakan kekhawatirannya.

Mereka takut karakter seperti Tilly bisa menggantikan peran manusia di layar. Ada juga yang menuduh penciptanya mencuri wajah perempuan tanpa izin untuk membuat karakter ini.

Pihak Particle6 membantah tuduhan itu dan menegaskan kalau Tilly dibuat sepenuhnya dari nol. Van der Velden sendiri bilang, Tilly bukan pengganti manusia, melainkan bentuk karya seni digital.

Meski begitu, banyak yang merasa kehadiran Tilly tetap membawa persoalan baru, terutama soal bagaimana teknologi menggambarkan sosok perempuan.

Baca Juga: Scarlett Johansson Tuding OpenAI Meniru Suaranya untuk Asisten Suara ChatGPT Tanpa Izin

Tilly memperkuat standar kecantikan kuno

Tilly diilustrasikan dengan wajah muda, kulit putih, dan tubuh ramping. Penampilan seperti ini dianggap memperkuat pandangan sempit tentang standar kecantikan perempuan yang terus diulang oleh teknologi AI.

Menurut penyelidikan The Washington Post, banyak sistem AI masih menampilkan citra perempuan ideal yang seragam seperti Tilly.

Profesor Safiya Noble dari University of California Los Angeles menyebut karakter semacam ini sebagai kelanjutan dari distorsi media sosial lewat filter wajah dan algoritma kecantikan.

Meski tampak sepele, gambaran buatan seperti ini bisa memengaruhi cara perempuan memandang diri sendiri.

Apalagi, studi di 2022 menemukan bahwa melihat unggahan tentang penampilan orang lain di media sosial bisa menurunkan rasa percaya diri, terutama pada perempuan muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X