Aceh Porak-Poranda Diterjang Banjir Bandang: Empat Kampung Hilang, Akses Darat Terputus

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Desember 2025 | 11:35 WIB
Warga melintasi bekas bangunan SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat yang rusak dan hancur akibat terjangan banjir bandang
Warga melintasi bekas bangunan SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat yang rusak dan hancur akibat terjangan banjir bandang

PejuangKantoran.com - Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mengalami kerusakan parah setelah banjir bandang melanda sejak beberapa hari terakhir. Hingga Senin, 1 Desember 2025, situasi di banyak daerah masih mencekam akibat dampak bencana yang melumpuhkan permukiman warga.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menggambarkan langsung kondisi tersebut saat memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu, 30 November 2025.

“Seperti Tsunami Kedua”

Dalam pernyataannya, Mualem menyebut banjir dan longsor kali ini membuat sejumlah daerah seolah mengalami “tsunami kedua” setelah bencana dahsyat pada 2004. Ia mengungkapkan, ada empat kampung yang tersapu banjir bandang dan hilang tanpa jejak, masing-masing di kawasan Sawang, Jambo Aye (Aceh Utara), serta Peusangan (Bireuen).

“Empat kampung itu hilang malam itu, entah ke mana. Aceh seperti mengalami tsunami kedua,” ujar Mualem.

Baca Juga: 8 Buah-buahan yang Mengandung Protein Tinggi

18 Daerah Terdampak, Penanganan Dipercepat

Gubernur memastikan upaya penanganan bencana dilakukan secara terus-menerus di 18 kabupaten/kota yang terdampak. Pembukaan akses darat menjadi fokus utama agar bantuan dapat segera menjangkau warga, terutama yang terisolasi.

“Kita harus melayani semua warga yang terdampak,” tegasnya. “Tidak boleh ada jeda kemanusiaan.”

 

Memasuki Senin, 1 Desember 2025, bantuan logistik sudah mulai masuk ke sejumlah daerah yang sebelumnya sulit dijangkau seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Namun volume bantuan masih terbatas karena sebagian besar akses jalan belum dapat dilalui.

Sekda Aceh, M. Nasir, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dan Aceh Utara telah dipercepat sejak 30 November 2025.

“Pembangunan Jembatan Bailey sudah dimulai hari ini. Targetnya selesai dalam tiga hari dan bisa dilintasi,” kata Nasir.

Baca Juga: Tak Semua Makanan Boleh Disimpan di Wadah Plastik, Apalagi 5 Makanan Ini

Pengerjaan ini penting untuk mempercepat mobilisasi logistik yang selama ini hanya bisa dilakukan melalui jalur udara.

Upaya percepatan juga dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk Polda Aceh.

Evakuasi Dramatis di Sungai Tingkeum

Dari proses evakuasi di lapangan, sebuah momen memilukan terjadi ketika Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menyeberangi Sungai Tingkeum di Kutablang, Bireuen, untuk mencapai lokasi yang terisolasi di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X