Sayangnya, banyak pendatang baru menyadari beratnya beban kerja dan mahalnya biaya hidup setelah mereka tiba.
Lebih serius lagi, sebagian pemegang WHV bekerja di sektor berisiko tinggi. Ada laporan kecelakaan kerja di sektor-sektor penting, termasuk abattoir (rumah potong hewan).
Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, tercatat setidaknya sembilan warga Indonesia pemegang WHV meninggal dunia saat perjalanan ke atau dari tempat kerja.
Visa ditolak setelah menjual sawah
Masalah lain muncul dari konten dan praktik yang menyesatkan. Anwar Ibrahim, misalnya, tergerak berangkat ke Australia demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
"Saya ingin pergi ke sana setelah melihat para influencer di Australia memamerkan keindahan kehidupan di sana dan janji upah yang tinggi,” ujarnya.
Untuk mengajukan WHV, Anwar membutuhkan surat rekomendasi dari pemerintah Indonesia. Setelah gagal mengurus sendiri, ia tergiur tawaran seseorang yang mengaku punya ordal di kantor imigrasi.
Demi mengejar mimpi, Anwar rela membayar USD 4.500 (sekitar Rp75 juta) dengan uang pinjaman dari orang tuanya, yang menjual sawah untuk memenuhi syarat tersebut.
Belakangan, ia baru tahu bahwa dokumen yang diterimanya palsu. Visanya ditolak, dan sekarang Anwar dihadapkan kenyataan pahit: utang keluarga dan masa depan yang kembali tidak pasti.
Baca Juga: AS Perketat Kebijakan Imigrasi, Sekarang Pemohon Visa Kerja akan Diperiksa Media Sosialnya
"Susah untuk mengumpulkan cukup uang untuk membeli sawah kami lagi. Meminjam dari orang lain mungkin juga pasti sulit," kata Anwar pasrah.
Jalur ordal yang dijanjikan hasilnya nol
Cerita serupa dialami Yopan Pakendek. Sejak 2018, ia bermimpi membangun karier di Australia setelah menonton video pemetik buah pemegang WHV.
Setelah empat kali gagal mendapatkan surat rekomendasi, rasa frustrasi membawanya ke seseorang bernama Sufiya yang mengelola grup konsultasi WHV di WhatsApp. Yopan diminta membayar puluhan juta rupiah, lagi-lagi dengan janji bantuan “jalur ordal”.
Artikel Terkait
Selain Berakting, Dian Sastrowardoyo Beranikan Diri Jadi Produser di Film Esok Tanpa Ibu
4 Frasa Kerja yang Terdengar Merendahkan: “Bahasa” yang Bisa Merusak Budaya Kerja
6 Buah Ini Direkomendasikan Ilmuwan Agar Kulit Kamu Lebih Sehat dan Lebih Glowing
Boleh Nggak Sih Crack Jari-jari Tangan Kalau Pegal? Cek di Sini Jawaban Para Ahli
Ōsōji: Tradisi Jepang Membersihkan Rumah dan Pikiran Menjelang Tahun Baru
Suara Kecil dari Aceh: Anak-anak Korban Banjir Memohon Bantuan Prabowo
Motherhood Penalty, Karier Bekerja Seorang Ibu yang Sering Terhambat. Ini Solusinya!