Jaringan Toko Retail Barang Mewah Amerika Saks Global Mengajukan Kebangkrutan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Januari 2026 | 09:08 WIB
Saks Global mengalami bankrut dan Pemerintah Amerika Serikat segera ambil langkah darurat. (unsplash/Melinda Gimpel)
Saks Global mengalami bankrut dan Pemerintah Amerika Serikat segera ambil langkah darurat. (unsplash/Melinda Gimpel)

PejuangKantoran.com - Saks Global, konglomerat retail barang mewah asal Amerika Serikat yang menaungi Saks Fifth Avenue, Neiman Marcus, dan Bergdorf Goodman, resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan di bawah Chapter 11 di Pengadilan Distrik Selatan Texas.

Langkah ini diambil setelah perusahaan menghadapi tekanan finansial yang berkepanjangan, terutama sejak menyelesaikan merger besar dengan Neiman Marcus pada 2024 yang menambah beban utang secara signifikan.

Pengajuan Chapter 11 memungkinkan Saks untuk terus beroperasi sambil melakukan restrukturisasi utang dan memperbaiki model bisnisnya.

Baca Juga: Strategi Minta Gaji Lebih Tinggi yang Aman tanpa Pura-pura Kecewa dengan Angka yang Ditawarkan

Dalam proses ini, perusahaan berhasil mengamankan sekitar US$1,75 miliar pembiayaan baru, termasuk US$1,5 miliar dari kelompok pemegang obligasi senior, untuk mendukung kegiatan operasionalnya dan memberi ruang perbaikan finansial.

Saks juga menunjuk Geoffroy van Raemdonck, sebelumnya CEO Neiman Marcus, sebagai CEO baru untuk memimpin transformasi bisnis yang tengah dijalankan, menggantikan kepemimpinan yang mengalami pergantian cepat dalam beberapa bulan terakhir.

Dampak pengajuan kebangkrutan ini terasa lebih luas daripada sekadar restrukturisasi perusahaan.

Beberapa pemasok dan merek fashion mewah yang bekerja sama dengan Saks Global menghadapi ketidakpastian pembayaran dan terancam mengalami kerugian finansial.

Sementara itu, beberapa operasi daring seperti unit Saks OFF 5th Digital memperoleh izin untuk melikuidasi inventarisnya di bawah pengawasan pengadilan.

Baca Juga: Berkas yang Diperlukan sebagai Syarat Mendaftar Beasiswa LPDP 2026 untuk Semua Bidang

Walaupun toko fisik dan platform e-commerce jaringan ritel barang mewah ini masih tetap buka, masa depan rantai department store ikonik ini masih belum pasti.

Saat ini Saks Global menghadapi persaingan ketat dari pengecer lain dan pergeseran pola belanja konsumen yang semakin mengarah ke direct-to-consumer dan digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X