Sekadar informasi, penambahan fasilitas mewah tersebut tidak serta-merta membuat kompensasi CEO Starbucks itu meningkat. Pada 2025, gajinya justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, tuh. Ketika itu ia menerima paket saham besar sebagai bagian dari kontrak awal bergabung.
Ini menunjukkan bahwa Starbucks tetap menekankan kompensasi berbasis kinerja, meskipun waktu kerja yang fleksibel jadi benefit lain.
Setelah meninggalkan tempat kerja lamanya, Chipotle, Brian Niccol bergabung dengan Starbucks pada September 2024 untuk menggantikan Laxman Narasimhan. Ia dipercaya memimpin strategi pemulihan kedai kopi premium itu di tengah tantangan penurunan kinerja dan ketidakpuasan pelanggan.
Perusahaan bahkan memberikan pengaturan kerja khusus, seperti penggunaan jet untuk keperluan komuter dan pembukaan kantor satelit di dekat tempat tinggalnya di California.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa bagi Starbucks, stabilitas kepemimpinan saat masa-masa kritis dianggap jauh lebih penting daripada sekadar penghematan biaya jangka pendek.
Artikel Terkait
Alasan Mengapa Kamu Nggak Usah Bilang-bilang Dulu kalau Punya Rencana atau Goals Tertentu
Mengapa Kopi Decaf Pilihan Paling Aman Bagi Kamu yang Punya Masalah Lambung dan Jantung Berdebar?
5 Skills yang Tidak Bisa Digantikan Mesin di Era AI, yang Makin Meningkat Seiring Pengalaman
Perbedaan Gejala GERD dan Maag dari 13 Aspek yang Wajib Kamu Ketahui
Lowongan Kerja Secretary to Board of Director di PT Eka Bogainti yang Menaungi Resto Hokben
Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu
7 Fitur yang Bakal Jadi Andalan Smartphone Flagship di Tahun 2026. Apa yang Menjadi Fitur Utamanya?