Alasan Mengapa Kamu Nggak Usah Bilang-bilang Dulu kalau Punya Rencana atau Goals Tertentu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Januari 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi: Ada satu hal yang sebaiknya tidak diumumkan dulu pada orang lain, yaitu tujuan atau rencana pribadi kamu. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Ada satu hal yang sebaiknya tidak diumumkan dulu pada orang lain, yaitu tujuan atau rencana pribadi kamu. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Media sosial memang menjadi tempat kita untuk berbagi, entah cerita atau foto dan video. Dari video bertema A Day in My Life, misalnya, kita membagikan apa saja dari bangun tidur sampai selesai beraktivitas di malam hari. Di luar itu, kita juga terbiasa sharing apa pun, dari makanan, keluarga, olahraga, hingga pekerjaan.

Tanpa sadar, otak kita seperti terlatih untuk selalu mencatat, mengemas, lalu membagikan setiap momen. Namun, ada satu hal yang justru sebaiknya tidak diumumkan ke banyak orang sejak awal: tujuan dan rencana pribadi kamu. Misalnya, soal tawaran pekerjaan.

Hal ini berangkat dari tren TikTok “Move in Silence” yang lagi ramai dibicarakan. Intinya sederhana,  kalau kamu ingin rencana pribadi kamu benar-benar terwujud, jangan langsung diumumkan. Fokus saja mengerjakannya.

Baca Juga: Deg-degan saat Syuting 'Dowajuseyo Tolong Saya', Saskia Chadwick: 'Enggak Tahu Caranya Kesurupan'

Salah satu TikToker, @noemoneyyy, bahkan mengaku bahwa hidupnya terasa lebih lancar sejak berhenti menceritakan semua rencana kepada orang lain. Dan, percaya nggak, pandangan ini ternyata didukung oleh penelitian ilmiah.

Rasa puas terlalu dini

Psikolog dari New York University, Peter Gollwitzer, pernah melakukan serangkaian studi tentang tujuan dan perilaku manusia. Dalam penelitiannya, peserta diminta menuliskan goals mereka dan mengerjakannya selama maksimal 45 menit.

Separuh peserta diminta mengumumkan tujuan mereka terlebih dahulu, sementara separuh lainnya tidak. Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang tidak mengumumkan tujuan bekerja rata-rata selama 45 menit penuh.

Sedangkan mereka yang sudah mengumumkan tujuan hanya bekerja sekitar 33 menit. Artinya, peserta yang membagikan goals mereka merasa lebih dekat dengan pencapaian, meski usaha yang mereka lakukan lebih sedikit.

Gollwitzer menyebut fenomena ini sebagai premature sense of completeness, atau rasa puas yang terlalu dini. Ketika kita menceritakan rencana kita pada orang lain, otak kita seolah sudah merasa sebagian tujuan tersebut sudah tercapai.

Baca Juga: Mengapa GERD Sering Dialami oleh Karyawan di Tempat Kerja? Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya!

Otak manusia bekerja dengan simbol identitas. Baik tindakan nyata maupun sekadar berbicara tentang rencana pribadi sama-sama membentuk simbol tersebut.

Akibatnya, hanya dengan menceritakan rencana, bagian otak yang “ingin menjadi seseorang” sudah merasa terpuaskan, sehingga dorongan untuk benar-benar bertindak berkurang. Tidak heran ada pepatah lama yang bilang, tindakan memang lebih berarti daripada kata-kata.

"Ironisnya, efek ini justru hanya ditemukan pada peserta yang memiliki komitmen sangat kuat terhadap tujuan mereka," kata Gollwitzer. "Semakin besar antusiasme kamu terhadap suatu target, sebaiknya kamu semakin menjaga kerahasiaannya."

Kepada siapa goals bisa dibagikan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Upworthy, Full Focus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X