Akhirnya, pada November 2025, Kongres AS mengesahkan Epstein Files Transparency Act dengan suara nyaris bulat. Meski awalnya sempat keberatan, Trump menandatangani undang-undang itu.
Sesuai aturan tersebut, Departemen Kehakiman AS mulai merilis dokumen pada 19 Desember 2025. Ratusan ribu halaman dibuka. Ada foto-foto yang sebelumnya belum pernah dilihat publik, termasuk foto mantan Presiden Bill Clinton dan sejumlah selebritas lain.
Secara bertahap, muncul lagi dokumen yang dirilis. Jumlahnya tidak main-main, ada sekitar 30 ribu halaman tambahan. Bahkan pada Januari 2026, Departemen Kehakiman merilis lagi sekitar tiga juta dokumen, yang terdiri atas 2.000 video, 180.000 gambar dan ribuan email.
Dokumen tersebut dilaporkan akan menjadi rilisan besar yang terakhir. Namun skandal seks yang melibatkan tokoh-tokoh penting di dunia ini akan terus menjadi pembicaraan.
Artikel Terkait
7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Melakukan Decision Making
9 Langkah yang harus Kamu Jalani Agar Situational Judgement yang Kamu Lakukan Tepat
Quiet Leadership Jadi Skill Penting di Tahun 2026, Bukti Tak Harus Bersuara Kencang agar Didengar
Saat Berpuasa Ramadhan Jaga Latihan Larimu dengan Strategi Berikut Ini!
Bad Bunny Rebut Grammy Awards 2026 untuk Kategori Paling Bergengsi: Album of the Year
Ingin Proses yang Cepat, Efisien, Stabil, dan Berkualitas Tinggi? Gunakan Lean Six Sigma!
Selesaikan Masalah Harian Tugasmu dengan Quick Win Karena 5 Prinsip Berikut Ini!