9 Langkah yang harus Kamu Jalani Agar Situational Judgement yang Kamu Lakukan Tepat

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Februari 2026 | 12:59 WIB
Memutuskan sesuatu berdasarkan kondisi tertentu (situational judgement) memerlukan pertimbangan banyak faktor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Memutuskan sesuatu berdasarkan kondisi tertentu (situational judgement) memerlukan pertimbangan banyak faktor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Dalam situasi tertentu, kadang kita harus memutuskan hal yang sangat penting dengan memahami konteks, norma, dan tujuan yang dihadapi. Misal, kamu harus memutuskan apa yang harus kamu lakukan sebagai team leader ketika ada rekan kerjamu yang terlambat dalam menyelesaikan tugas penting.

Dalam merespon ini, kamu dituntut untuk bisa memahami konteks mengapa sampai terlambat, apa penyebab utama keterlambatan, apa opsi-opsi yang harus dilakukan, hingga akhirnya memutuskan respon yang paling efektif dan etis terhadap masalah ini.

Yang kamu lakukan ini adalah situational judgement. Dalam melakukan situational judgement ini kamu memang dituntut untuk mampu menilai suatu situasi dan memilih tindakan yang tepat berdasarkan konteks, norma, dan tujuan.

Agar kamu mampu melakukan situational judgement dengan baik dan benar, kamu harus melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Hentikan reaksi spontan (pause)

Langkah pertama adalah menahan respons emosional.

  • Jangan langsung bereaksi karena marah, takut, atau ingin cepat selesai.
  • Ambil jeda singkat untuk “membaca situasi”.

Catatan: judgement yang buruk sering lahir dari reaksi cepat, bukan dari analisis.

Baca Juga: 7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Melakukan Decision Making

2. Pahami konteks secara utuh

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang sebenarnya terjadi?
  • Siapa saja pihak yang terlibat?
  • Apa peran dan tanggung jawab saya?
  • Apakah ada batasan aturan, etika, atau prosedur?

Fokus pada fakta, bukan asumsi.

3. Identifikasi masalah inti (core issue)

Pisahkan:

  • Gejala .Misal: orang terlambat, konflik muncul.
  • Masalah inti. Misal: komunikasi buruk, beban kerja tidak seimbang).

Situational judgement yang baik selalu menargetkan masalah inti, bukan permukaannya. Jadi memang harus menyelami masalah yang ada.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X