Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat: Kunci Indonesia Naik Kelas

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 12 Februari 2026 | 16:13 WIB
Wadirut MIND ID Pastikan Sudah Saatnya Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen. (Foto: Dok. Istimewa )
Wadirut MIND ID Pastikan Sudah Saatnya Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen. (Foto: Dok. Istimewa )

PejuangKantoran.com – Pemerintah terus mendorong pengembangan program pemberdayaan masyarakat sebagai strategi menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga di bawah 5 persen pada 2029. Alih-alih hanya mengandalkan bantuan sosial, fokus pembangunan kini bergeser pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan sejalan dengan program hilirisasi serta industrialisasi nasional.

Konsep Indonesia Naik Kelas, sebagaimana diuraikan dalam buku karya Dany Amrul Ichdan, dinilai sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi, khususnya menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Umumkan Nama Buah Hatinya bersama Putri Anisha, Ini Arti dari Namanya!

Hilirisasi Beriringan dengan Pemberdayaan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK), Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa hilirisasi adalah program strategis yang tak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memiliki manfaat sosial besar dalam menekan kemiskinan.

“Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” ujarnya dalam Studium Generale dan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).

Menurut Muhaimin, pengembangan hilirisasi akan mendorong lahirnya program pemberdayaan seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja produktif di berbagai daerah. Sektor pendidikan juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Hilirisasi dan industrialisasi tidak boleh berhenti di pembangunan smelter, tetapi harus diikuti adopsi teknologi dan pengembangan SDM unggul agar semakin mampu mendukung pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Bintang Dawson’s Creek James Van Der Beek Meninggal Dunia setelah Berjuang Melawan Kanker

Sumber Daya Alam sebagai Potensi Strategis

Wakil Direktur Utama MIND ID sekaligus penulis Indonesia Naik Kelas, Dany Amrul Ichdan, menekankan bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk tumbuh lebih cepat dan strategis melalui pemanfaatan sumber daya alam.

“Kita diberkahi sumber daya alam yang saat ini menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam, tapi potensi besar,” kata Dany.

Menurutnya, tantangan utama bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada instrumen, kualitas tata kelola, dan strategi pengelolaan. Hilirisasi menjadi instrumen penting untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Dengan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tumbuh bukan hanya ekspor, tetapi lapangan kerja berkualitas, basis industri nasional, dan ekonomi daerah.

“Naik kelas bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi pertumbuhan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan inklusif,” jelasnya. Dany mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi hilirisasi yang menyerap tenaga kerja sekaligus menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X