Argentina, misalnya, populasinya relatif muda tapi cuma 43% yang antusias, jauh di bawah Meksiko atau Peru yang 67%.
Bisa disimpulkan, usia negara memang berpengaruh kuat pada optimisme terhadap AI. Negara-negara dengan populasi muda melihat masa depan yang cerah, sedangkan negara-negara sepuh cenderung lebih was-was.
Meski begitu, faktor budaya, kebijakan, dan pengalaman juga berperan besar. Data ini layak bikin kita berharap bahwa Indonesia bisa jadi leader AI di Asia Tenggara jika mampu memanfaatkan semangat mudanya.
Bagaimana menurut kamu, ke mana AI bakal mengubah hidup kita?
Artikel Terkait
Sekarang, Rebung Bambu Disebut Jadi Superfood! Siapa Doyan?
Katanya Pekerja Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik? Beneran Gak Sih?
Rumah Mode Vetements Jual Kemeja dengan Bekas Setrika Gosong Seharga Rp18 Juta!
Program Magang Kementerian Sekretariat Negara Kuartal II 2026 Resmi Dibuka
Bintang Grey’s Anatomy dan Euphoria, Eric Dane Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun Setelah Berjuang Melawan ALS
4 Penyebab Rasa Kantuk yang Lebih Kuat Saat Menjalani Puasa Ramadhan di Kantor
5 Trik yang Bisa Kamu Lakukan Pagi hingga Sore untuk Kurangi Rasa Kantuk Saat Puasa di Kantor