Halalbihalal Untuk Menyatukan Elit Politik
Nah, istilah halalbihalal sendiri baru muncul di abad ke-20, di era Indonesia modern, era pasca-kemerdekaan. Ini adalah fase yang sangat khas Indonesia.
Istilah halalbihalal (bukan halal bil halal) digagas oleh ulama KH Wahab Chasbullah yang kemudian dipopulerkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1948. Konteksnya adalah menyatukan elit politik yang konflik pasca-kemerdekaan.
Baca Juga: Inspirasi Ucapan Idul Fitri Islami untuk Lebaran 2026: Hangat, Penuh Makna, dan Menyentuh Hati
Mulai dari sinilah, silaturahmi Lebaran menjadi tradisi nasional dan tak hanya dilakukan di keluarga namun juga di kantor, komunitas,lingkungan warga, dan sebagainya.
Tradisi silaturahmi dan halalbihalal saat merayakan Idulfitri ini kemudian berkembang lebih luas lagi di era abad 20 hingga sekarang. Tradisi ini kemudian lekat dengan mudik (pulang kampung), open house yang dilakukan pejabat publik, serta kunjungan berantai ke keluarag, kerabat, dan tetangga.
Dan yang harus dibanggakan, dalam tradisi silaturahmi Lebaran ini, Indonesia paling intens di dunia muslim. Jadi, jangan segan untuk melestarikan budaya yang sangat baik ini. ***
Artikel Terkait
Mau Bikin Kue Kering Lebaran Sendiri? 10 Tips Membuat Kue Kering Renyah dan Tahan Lama
4 Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur dalam Islam
20 Ucapan Selamat Idulfitri untuk Rekan Kerja di Kantor
Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi "Musuh" Program Diet Kamu!
6 Amalan Sunnah yang Sering Kali Terlupakan Saat Hari Raya Idulfitri
Wacana WFH Seminggu Sekali Usai Lebaran 2026, Upaya Hemat Energi di Tengah Tekanan Global