PejuangKantoran.com - Tahun 2026 ternyata menjadi tahun yang cukup membuat banyak pekerja merasa waswas. Bayangkan saja, hampir 80 persen orang saat ini dihantui rasa takut akan kehilangan pekerjaan mereka akibat tekanan ekonomi dan biaya hidup yang terus meroket.
Menurut survei terbaru dari MyPerfectCV, sekitar 4 dari 5 pekerja (atau sekitar 79 persen) di Inggris merasa posisi mereka di kantor tidak aman. Yang lebih menyedihkan, rasa cemas ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Ada rasa ketidakpastian yang terus menyelimuti pasar tenaga kerja, apalagi dengan situasi dunia yang sedang memanas akibat konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Cara Menghapus Cache di Smartphone Android, biar Memori Nggak Penuh dan Bisa Save Data Lagi
Jasmine Escalera, seorang pakar karier, menjelaskan bahwa situasi ini sangat memengaruhi mental para karyawan di kantor.
"Banyak pekerja saat ini merasa makin tidak pasti soal keamanan pekerjaan mereka. Kekhawatiran soal PHK, angka pengangguran yang naik, dan prospek ekonomi secara luas jelas memengaruhi cara karyawan melihat stabilitas mereka di tempat kerja," ujarnya.
Bukan hanya takut kehilangan pekerjaan, masalah kebutuhan sehari-hari juga bikin karyawan pusing tujuh keliling. Banyak yang merasa kenaikan gaji mereka tidak sebanding dengan kenaikan harga barang-barang di pasar.
Bahkan, hampir semua orang yang disurvei merasa khawatir kalau negara akan masuk ke jurang resesi tahun ini.
Laporan tersebut juga menekankan apa yang sebenarnya diinginkan oleh para pekerja saat ini di tengah situasi sulit.
"Stabilitas finansial dan keamanan kerja tetap menjadi prioritas utama bagi para pekerja saat mereka mencoba bertahan di lingkungan ekonomi yang tidak menentu ini," tulis laporan perusahaan tersebut.
Baca Juga: Sering Disebut Baik untuk Kesehatan Jantung, Betulkah Jalan Kaki Bisa Membangun Otot?
Mengerem rekrutmen
Sebenarnya, awal tahun 2026 sempat terlihat menjanjikan. Lowongan kerja sempat naik cukup drastis di bulan Januari dan Februari. Tapi begitu masuk bulan Maret, semangat perusahaan untuk merekrut orang baru tiba-tiba melambat drastis. Penyebabnya?
Dampak perang yang mulai terasa ke berbagai sektor ekonomi.
Saat ini, angka pengangguran berada di titik tertinggi dalam lima tahun terakhir, yaitu sekitar 5,2 persen. Anak-anak muda menjadi kelompok yang paling sulit mendapatkan pekerjaan.
Artikel Terkait
Lihat Bumi dari Luar Angkasa, Astronaut Artemis II Ini Punya Pesan yang Bikin Merinding
Kelihatannya Aman, Tapi Kartu Debit Bisa Jadi Risiko Finansial
Associated Press Pangkas Karyawan, Perkuat AI: Inovasi atau Ancaman bagi Jurnalisme?
Bukan Cuma Soda, Ini Minuman Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Gigi
Tenaga Kerja Kontrak Sebaiknya Menjalani Roadmap Finansial yang Dirancang untuk Waktu 1 - 3 Tahun Ini
10 Dampak Buruk bagi Perusahaan Ketika Tingkat Turnover Tinggi
Main Jadi Suami KDRT di Film 'Suamiku, Lukaku', Baim Wong Sempat Bikin Acha Septriasa Shock