PT Krakatau Osaka Steel Tutup Juni 2026, Hampir 200 Karyawan Terkena PHK

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:10 WIB
Krakatau Steel melakukan penyesuaian manajemen lewat RUPS LB 2025 untuk mendukung transformasi bisnis. (Dok. Krakatausteel.com)
Krakatau Steel melakukan penyesuaian manajemen lewat RUPS LB 2025 untuk mendukung transformasi bisnis. (Dok. Krakatausteel.com)

PejuangKantoran.com - PT Krakatau Steel Tbk dan mitranya, Osaka Steel Co., Ltd., dikabarkan akan menghentikan operasional perusahaan patungan mereka, PT Krakatau Osaka Steel (KOS), pada Juni 2026. Penutupan ini berdampak langsung pada hampir 200 pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut pihaknya telah membentuk “posko orange” untuk mendampingi para pekerja terdampak PHK. Ia menilai penurunan permintaan baja menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut.

Menurutnya, melambatnya proyek-proyek infrastruktur seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jalan tol turut memukul industri baja nasional. Di saat yang sama, produk baja PT KOS juga menghadapi tekanan dari masuknya baja impor murah asal China yang dinilai sulit disaingi dari sisi harga.

Baca Juga: Duh, Pengangguran di Indonesia Masih Didominasi Lulusan SMA!

Kementerian Perindustrian RI juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi tersebut. Pemerintah memahami bahwa penutupan pabrik membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar, terutama bagi para pekerja dan keluarganya.

Di tengah situasi ini, manajemen PT KOS disebut akan memberikan pesangon sekitar dua kali lipat dari ketentuan yang berlaku kepada pekerja yang terkena PHK. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang dirasakan para karyawan.

Baca Juga: Bos Nvidia Bilang, Biaya Operasional AI Lebih Mahal daripada Membayar Gaji Karyawan

Kasus PT Krakatau Osaka Steel menjadi gambaran tekanan berat yang tengah dihadapi industri baja nasional. Selain lemahnya permintaan domestik, sektor ini juga dibayangi kelebihan pasokan global dan derasnya produk impor berharga murah yang membuat daya saing industri lokal semakin tertekan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X