Pejuangkantoran.com - Trust atau kepercayaan itu salah satu modal sosial (social capital) yang sangat penting dalam pergaulan profesional.
Konsep dasar trust dalam organisasi
Menurut Mayer, Davis, dan Schoorman adalah kesediaan seseorang untuk menjadi “rentan” terhadap tindakan orang lain karena percaya bahwa orang tersebut akan bertindak dengan baik atau dapat diandalkan. Artinya, ketika kamu mempercayai rekan kerja, kamu sebenarnya sedang mengambil risiko.
Roger C. Mayer, James H. Davis, dan F. David Schoorman adalah akademisi yang sangat dikenal dalam bidang organizational behavior, management,leadership, dan organizational trust. Mereka terkenal karena menulis paper klasik: An Integrative Model of Organizational Trust (1995).
Menurut mereka ada 3 faktor utama yang membuat seseorang dapat dipercaya, yaitu ability (kompetensi), integrity (integritas), dan benevolence (niat baik/kepedulian). Dari tiga faktor ini kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk trust yang umum diterapkan di kantor, yaitu:
Baca Juga: 7 Pilar Utama Dalam Membangun Trust di Kantor yang Wajib Kamu Terapkan!
1. Competence Trust
Pada dasarnya, ini adalah trust karena percaya pada kompetensi orang yang kamu percaya. Dasar kepercayaannya adalah skill, pengalaman, ketelitian, kualitas output, dan problem solving.
Competence trust yang tinggi itu menganggap bahwa orang yang dipercaya itu paham pekerjaan, minim error, bisa diandalkan saat situasi sulit, dan mampu mengambil keputusan teknis.
Contoh, kamu dilibatkan dalam proyek penting oleh atasan karena ia percaya kemampuanmu.
Cara membangun competence trust adalah dengan menguasai domain kerja, dokumentasi yang rapi, delivery yang konsisten, terus mau belajar, dan jangan overclaim kemampuan.
Dalam banyak organisasi, competence trust adalah pintu awal reputasi profesional.
2. Reliability Trust
Ini adalah trust karena konsistensi. Fokusnya bukan sekadar pintar, tetapi stabil, disiplin, dan dapat diprediksi. Tidak bikin “sport jantung”. Karakteristiknya tepat waktu, deadline terjaga, respons jelas, update progres rutin, komitmen ditepati.
Artikel Terkait
Belajar dari Kesalahan, Ini Cara Dapatkan Kembali Kepercayaan Atasan dan Rekan Kerja
Cara Instan Bangun Kepercayaan Atau Trust di Tempat Kerja, Mulai dari 7 Kebiasaan Sederhana Ini!
Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!
5 Ciri Seorang yang Punya Keterampilan Managing Up yang Wajib Diketahui Atasan
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan