1 dari 5 Lulusan Baru Melamar Lebih dari 100 Lowongan Kerja, Bukti Kecemasan yang Meningkat!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 Juni 2026 | 20:57 WIB
Ilustrasi: Survei membuktikan, satu dari lima lulusan baru mengirim lebih dari 100 lamaran kerja. (Freepik/Rawpixel.com)
Ilustrasi: Survei membuktikan, satu dari lima lulusan baru mengirim lebih dari 100 lamaran kerja. (Freepik/Rawpixel.com)

Di sisi lain, pihak HESA mengingatkan agar kita tidak langsung panik dan menyalahkan AI atas lesunya pasar kerja. Menurut mereka, narasi bahwa AI telah merusak lowongan kerja bagi sarjana tidaklah sepenuhnya benar. 

Namun Charlie Ball, Kepala Intelijen Pasar Kerja di HESA, menilai situasi pasar kerja saat ini lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang sedang lesu. Sementara itu, pemberi kerja juga merasakan ketidakpastian dan kurang percaya diri dengan prospek ekonomi saat ini.

"Pasar kerja untuk lulusan sarjana tidak hancur berantakan. Ini hanya proses adaptasi terhadap lingkungan ekonomi yang berjalan lebih lambat dan lebih terbatas," jelasnya.  

Dengan kata lain, lulusan baru perlu memahami bahwa, in this economy, strategi mengirim lamaran kerja sudah berubah. Di tengah ekonomi yang melambat, kuncinya bukan sekadar seberapa banyak CV yang disebar pakai AI, melainkan bagaimana melakukan upskilling agar tetap relevan di mata industri.  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Personneltoday.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X