El Niño 2026 pada akhirnya bukan hanya cerita tentang suhu yang lebih panas atau hujan yang lebih jarang. Fenomena ini bisa menjadi rantai risiko ekonomi: kekeringan meningkatkan risiko karhutla, karhutla mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat, sementara kekeringan juga dapat menekan produksi pertanian dan mendorong kenaikan harga.
Karena itu, periode hingga akhir 2026 sebaiknya dilihat sebagai fase kewaspadaan ekonomi. Jika mitigasi berjalan efektif, dampaknya dapat ditekan. Namun jika kekeringan, karhutla dan gangguan produksi terjadi bersamaan dalam waktu panjang, tekanan terhadap harga pangan, biaya usaha dan belanja pemerintah bisa semakin terasa.
Bagi Indonesia, tantangannya bukan sekadar bagaimana bertahan melewati El Niño, tetapi bagaimana memastikan cuaca ekstrem tidak berubah menjadi krisis ekonomi yang lebih besar.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Makin Terpapar Polusi, Uji Emisi Kendaraan Jadi Langkah Proaktif
Awas Polusi Udara, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kulit termasuk Penuaan Dini
Panas dan Polusi Lagi Mengigit, Awas Serangan Batuk Makin Menjadi!
Betulkah Sering Ngopi Bisa Memicu Gundulnya Hutan? Simak Fakta-faktanya!
Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap
Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya. Gunakan Masker yang Tepat Seperti Berikut Ini!