“Kami telah melihat perubahan yang cukup luar biasa di Inggris,” kata Madeleine Sumption, Direktur Migration Observatory di Universitas Oxford.
Dia menambahkan tentang adanya liputan media yang positif tentang apa yang dibawa pekerja migran ke perekonomian, terutama mengingat kekurangan pekerja di industri seperti pertanian.
Baca Juga: Ketentuan Pengabdian Penerima Beasiswa LPDP dan Penindakan bagi Alumni yang Tidak Mengabdi
“Saya pikir itu berpotensi menciptakan ruang untuk debat yang kurang terpolarisasi tentang imigrasi,” katanya.
“Sejauh ada konsensus bahwa imigrasi bisa berdampak positif bagi negara, dan pertanyaannya adalah bagaimana mengelolanya dengan baik, Anda dapat membayangkan bahwa itu akan menjadi debat teknokratis.”
Menurut seorang juru bicara Kantor Dalam Negeri, sistem imigrasi berbasis poin di Inggris mengakui kontribusi berharga yang dapat diberikan oleh orang-orang dari seluruh dunia terhadap ekonomi, layanan publik, dan masyarakat yang lebih luas.
“Hal itu menarik bakat terbaik dan tercerdas dari seluruh dunia dengan mengutamakan keterampilan dan bakat, bukan dari mana seseorang berasal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kalah Jauh dari India, Indonesia Urutan ke-49 Daftar 50 Suku Bangsa dengan Wajah Paling Menarik
Fitur yang Memungkinkan untuk Mengedit Teks Whatsapp yang Sudah Terkirim
8 Hal yang Bikin Konser NCT Dream Day 1 Berlangsung Seru. Yuk, Bikin Sukses Day2 dan Day3!
Hard Rock Café Jakarta Tutup, Karena Gen Z Nggak Suka Musiknya atau Biaya Sewa Terlalu Tinggi?
No More I Hate Monday, Ini 5 Cara Mudah Biar I Love Monday
Membaca Buku Sebelum Tidur Lebih Menguntungkan Ketimbang Browsing HP Saat Susah Tidur