PejuangKantoran.com - Tertarik untuk bekerja di luar negeri? Coba ke Inggris, karena ternyata Inggris salah satu negara yang paling terbuka untuk pekerja asing di dunia, begitu menurut studi World Values Survey di 24 negara.
Orang-orang di Inggris kecil kemungkinan untuk berpikir bahwa ketika pekerjaan langka, pemberi kerja harus memberikan prioritas kepada warga mereka sendiri. Hal ini menjadikan Inggris salah satu negara yang paling terbuka untuk pekerja asing.
Baca Juga: Mau Dapat Beasiswa LPDP 2023? Lengkapi Dulu Berkas Persyaratan Umum Pendaftaran Beasiswa Reguler
Hanya 29% orang di Inggris Raya pada tahun 2022 yang mengatakan prioritas atas pekerjaan harus diberikan kepada penduduk lokal, dibandingkan dengan 65% ketika pertanyaan yang sama diajukan pada tahun 2009. Sekarang, Inggris salah satu negara yang paling terbuka untuk pekerja asing.
Temuan ini muncul ketika para pemberi kerja meminta lebih banyak migrasi untuk membantu mengisi lebih dari 1 juta lowongan.
“Tidak terpikirkan satu dekade yang lalu bahwa Inggris akan menduduki puncak klasemen liga internasional mana pun untuk pandangan positif tentang imigrasi,” kata Prof Bobby Duffy, direktur Policy Institute di King’s College London.
Inggris menempati peringkat keempat dari 24 negara karena keyakinan bahwa imigran memiliki dampak yang sangat atau cukup baik pada pembangunan negara, di atas Norwegia, Perancis, Australia, Spanyol, AS, Swedia, dan Jepang.
Salah satu faktor pergeseran pendapat tentang “pekerjaan di Inggris hanya untuk pekerja Inggris" mungkin karena pada tahun 2009 Inggris berada dalam resesi yang dalam, dengan lebih dari dua kali lipat pengangguran saat ini.
Sedangkan saat ini situasi ekonomi justru menderita kekurangan pekerja, dengan adanya 1,1 juta lowongan di Inggris. Ini berarti, 300.000 lowongan lebih banyak daripada sebelum pandemi.
Baca Juga: Begini Tahapan Penindakan bagi Alumni Beasiswa LPDP yang Tidak Kembali untuk Mengabdi
Saat ini, orang-orang di Inggris paling kecil kemungkinannya dari 24 negara yang berpartisipasi dalam studi World Values Survey yang berpikir bahwa imigrasi meningkatkan pengangguran. Inggris juga berada di urutan kedua yang berpikir bahwa imigran mengisi lowongan pekerjaan penting.
Makin besar kemungkinan orang Inggris mengatakan bahwa imigrasi meningkatkan keragaman budaya, dan sangat tidak mungkin berpikir bahwa imigrasi meningkatkan risiko kejahatan dan keamanan.
Namun, lebih banyak orang di Inggris berpikir bahwa imigrasi memicu konflik sosial daripada di beberapa negara lain, termasuk Canada, Jepang, dan China.
World Values Survey mengajukan pertanyaan yang sama di negara-negara yang jumlahnya hampir setengah dari populasi dunia.
Survei di masing-masing negara tidak dilakukan secara bersamaan, sehingga temuan Inggris terbaru dibandingkan dengan data dari negara lain yang dikumpulkan sejak 2017.
Artikel Terkait
Kalah Jauh dari India, Indonesia Urutan ke-49 Daftar 50 Suku Bangsa dengan Wajah Paling Menarik
Fitur yang Memungkinkan untuk Mengedit Teks Whatsapp yang Sudah Terkirim
8 Hal yang Bikin Konser NCT Dream Day 1 Berlangsung Seru. Yuk, Bikin Sukses Day2 dan Day3!
Hard Rock Café Jakarta Tutup, Karena Gen Z Nggak Suka Musiknya atau Biaya Sewa Terlalu Tinggi?
No More I Hate Monday, Ini 5 Cara Mudah Biar I Love Monday
Membaca Buku Sebelum Tidur Lebih Menguntungkan Ketimbang Browsing HP Saat Susah Tidur