PejuangKantoran.com - Silicon Valley Bank akan menutup operasinya setelah pengumuman bahwa pemberi pinjaman mengumpulkan dana $2 miliar guna menutup kerugian malah memicu aksi jual besar-besaran, Jumat (10/3/2023) lalu.
Peristiwa ini menandai kegagalan bank ritel terbesar sejak krisis keuangan Washington Mutual pada 2008. Namun apa yang membuat bank bangkrut dalam 48 jam pada kasus Silicon Valley Bank?
Ya, krisis terungkap hanya dalam 48 jam setelah pengumuman tersebut, yang tidak hanya menyebabkan penurunan agresif pada sahamnya yang memicu kerugian pasar lebih dari $80 miliar, tetapi juga memicu kepanikan di antara deposan dan klien.
Baca Juga: 'Kantor Gabungan' CoHive Tutup Usai Dinyatakan Bangkrut oleh Pengadilan
Banyak di antara klien tersebut merupakan perusahaan startup dan modal ventura, yang bergegas menarik uang mereka.
Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) AS lalu mengumumkan bahwa mereka telah menyita aset pemberi pinjaman, dan mengambil kendali atas simpanan pelanggan yang bernilai sekitar 175 miliar dollar. Regulator biasanya melindungi simpanan hingga 250.000 dollar saja.
Bagaimana hal itu terjadi?
Silicon Valley Bank (SVB), yang dibanjiri uang tunai, membeli obligasi dalam jumlah besar lebih dari setahun lalu. Seperti bank lain, bank ini menyimpan sejumlah kecil simpanan dan menginvestasikan sisanya dengan harapan mendapatkan keuntungan.
Namun hal itu itu tidak berlangsung lama karena Federal Reserve terus menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi sejak tahun lalu. Pada saat yang sama, pembekuan dana awal memberi tekanan pada klien bank, yang kemudian mulai menarik uang mereka.
Untuk membayar permintaan tersebut, SVB terpaksa menjual sebagian investasinya pada saat nilainya menurun. Dalam pengungkapannya pada hari Rabu (8/3/2023), bank tersebut mengatakan telah kehilangan hampir 2 miliar dollar.
Apa lagi yang salah?
Selain itu, aliran masuk deposit SVB menjadi aliran keluar karena kliennya membakar uang tunai dan berhenti mendapatkan dana baru dari penawaran umum atau penggalangan dana.
Mendapatkan simpanan baru juga menjadi jauh lebih mahal, karena suku bunga simpanan naik seiring dengan kenaikan Fed. Akibatnya, simpanan turun dari hampir 200 miliar dollar pada akhir Maret 2022 menjadi 173 miliar dollar pada akhir tahun 2022.
Baca Juga: Bagi Tim HR, PHK Massal Adalah Proses yang Memakan Waktu dan Sarat Emosi
Deposito diperkirakan akan turun lebih lanjut tahun ini. Pada 19 Januari, SVB memperkirakan simpanannya akan turun dengan persentase pertengahan satu digit pada tahun 2023. Tetapi ekspektasi mereka pada 8 Maret adalah penurunan persentase rendah dua digit.
Artikel Terkait
Berapa Kira-kira Pengeluaran buat Nonton Konser Blackpink?
Sejauh Mata Memandang Buat Koleksi Baru Bertema Kudapan yang Terinspirasi dari Onde-onde dan Kue Lapis
Gaya Tomboy Personel Blackpink Saat Soundcheck, Beda Banget Sama Saat Konser
5 UKM Hebat yang Dijalankan Perempuan, Ada yang Sampai Ekspor ke Luar Negeri
Acha Septriasa Anggap Kesempurnaan dalam Media Sosial Bikin Orang Sulit Merasa Cukup
Mario Dandy Masih Dipenuhi Kemarahan Saat Rekonstruksi Penganiayaan David, tapi Marah pada Siapa?