Konsumen Muda Kurang Berminat, Tupperware Terancam Bangkrut!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 11 April 2023 | 19:45 WIB
Tupperware terancam dikeluarkan dari pasar saham karena harga sahamnya yang terus meluncur turun. (Tupperware Indonesia)
Tupperware terancam dikeluarkan dari pasar saham karena harga sahamnya yang terus meluncur turun. (Tupperware Indonesia)

PejuangKantoran.com - Perlengkapan dapur kesayangan para ibu, Tupperware, terancam bangkrut. Perusahaan yang berdiri sejak 1946 itu terancam dikeluarkan dari pasar saham karena harga sahamnya yang terus meluncur turun.

Dilaporkan oleh Associated Press, awal minggu ini saham Tupperware turun $1,18 dan ditutup pada $1,24. Sedangkan data dari MarketWatch menyebut, saham perusahaan telah jatuh 98% dalam 12 bulan terakhir.

Tupperware bahkan sudah memberikan pernyataan bahwa perusahaan mereka mengalami keraguan apakah perusahaan mampu melanjutkan kelangsungan hidupnya. Hal ini makin menguatkan dugaan Tupperware terancam bangkrut.

Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji Reguler 2023 Sudah Dibuka, Ini Caranya dan Besaran Biaya Tiap Provinsi!

Perusahaan dengan merek dagang yang sudah sangat terkenal ini memiliki penasihat keuangan untuk mencari pembiayaan agar bisnis mereka tetap berjalan.

Kabar bahwa Tupperware terancam bangkrut ini terdengar setelah Bursa Efek New York memperingatkan saham perusahaan tersebut dapat dihapus dari pencatatan karena tidak mengajukan laporan tahunan 2022.

Pihak Tupperware sendiri berjanji akan segera mengajukan laporan dalam 30 hari ke depan.

Penjualan menurun

Saat ini, Tupperware disebut sedang meninjau beberapa aspek perusahaannya, termasuk manajemen kas, portofolio real estate untuk properti yang tersedia, dan bahkan kemungkinan melakukan PHK kepada sebagian karyawannya.

Maret tahun ini perusahaan mengatakan bahwa tenaga penjualannya turun 18% di tahun 2022. Namun, dalam pengumuman terbarunya, mereka mengatakan hasilnya akan "berbeda secara signifikan" setelah mengajukan laporan tahunan.

"Perusahaan melakukan segala daya untuk mengurangi dampak peristiwa baru-baru ini dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan mengatasi posisi keuangan kami," ujar Miguel Fernandez, presiden dan CEO Tupperware Brands, dikutip dari USA Today.

Miguel menambahkan, jika perusahaan tidak dapat memperoleh sumber modal yang memadai atau amandemen perjanjian kreditnya, mungkin perusahaan tidak memiliki likuiditas yang memadai dalam waktu dekat.

Baca Juga: Etis Nggak Sih, Kalau Kita Resign Setelah Dapat THR? Ini Aturan dan Tipsnya!

Apa yang terjadi dengan Tupperware?

Selama bertahun-tahun, Tupperware menyaksikan penjualannya terus menurun. Pada Maret tahun ini, perusahaan mengatakan penjualan bersihnya di 2022 sebanyak $1,3 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X