Kronologi Anak Polisi Aniaya Mahasiswa di Medan, Disaksikan dan Dikompori Sang Ayah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 April 2023 | 15:17 WIB
Aditya Hasibuan (kiri) melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral disaksikan ayahnya, AKBP Achirudin Hasibuan (kanan). (Twitter @mazzini_gp)
Aditya Hasibuan (kiri) melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral disaksikan ayahnya, AKBP Achirudin Hasibuan (kanan). (Twitter @mazzini_gp)

PejuangKantoran.com - Kasus serupa penganiayaan Mario Dandy Satriyo kepada David Ozora ternyata sudah pernah terjadi. Di Medan, terjadi kasus anak polisi menganiaya mahasiswa, Desember lalu, tetapi baru diproses oleh kepolisian belakangan ini.

Dilaporkan, Aditya Hasibuan (AH) dengan tega menganiaya mahasiswa yang pernah menjadi temannya. Saat itu, korban berniat menagih ganti rugi spion mobilnya yang rusak akibat ulah Aditya.

Parahnya, peristiwa pemukulan yang terjadi di Medan, Sumatera Utara, ini disaksikan langsung oleh ayah pelaku, AKBP Achirudin Hasibuan, yang juga anggota polisi.

Baca Juga: Tarif Tol Trans Jawa Diskon 20%, Bantu Hindari Penumpukan Kendaraan Arus Balik

AKBP Achirudin Hasibuan juga menyuruh seseorang mengambil senjata laras panjang untuk mencegah teman-teman korban melerai, demikian antara lain penjelasan yang diunggah di akun Twitter @mazzini_gsp.

Diawali dari chatting di Instagram

Dikutip dari Laporan Kronologi Kerusakan Kendaraan dan Penganiayaan dari pihak kepolisian yang diunggah oleh @mazzini_gsp, kejadian bermula saat korban dan pelaku yang chatting di Instagram pada 11 Desember 2022. Korban ketika itu masih menjalani kuliahnya di Manchester, Inggris.

Saat chatting, korban menanyakan sesuatu tentang pacarnya kepada pelaku, dan mengajak ketemuan karena sudah lama tidak bertemu. Namun, pelaku menolak keduanya.

Lalu, pada 21 Desember 2022, korban yang sudah berada di Medan, dicegat oleh pelaku dan enam temannya menggunakan sepeda motor. Saat itu, korban berada di dalam mobil bersama dengan pacar, dan keponakannya.

Di SPBU Ring Road, Medan, sekitar pukul 22.00 WIB, mobil korban dihentikan serta dihadang dari depan dan belakang oleh pelaku dan teman-temannya. Pelaku lalu mengajak korban main, merespons ajakan korban saat chatting pada 11 Desember 2023 lalu.

“Saya tidak mengetahui tentang maksud dari Aditya tersebut karena saya dari awal tidak memiliki permasalahan dengannya,” begitu pernyataan korban dalam laporannya.

Korban menolak karena saat itu sedang bersama pacar dan keponakannya. Namun, pelaku justru langsung memukulnya sebanyak tiga kali, yaitu dua kali di pelipis sebelah kanan, dan satu kali ke arah bibir.

Korban langsung menutup jendela mobilnya dan berusaha untuk pergi. Namun, pelaku terkesan menghalangi dan langsung menendang kaca spion sebelah kiri mobil korban. Setelah itu, pelaku dan teman-temannya langsung pergi.

Baca Juga: Ini Jadwal One Way di Jalan Tol Trans Jawa untuk Arus Balik Mudik Lebaran 2023

Kronologi terjadinya penganiayaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Instagram @majeliskopi08, Twitter @mazzalini_gsp

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X