Meski Sempat Turun Hujan, Suhu Panas di Indonesia Masih Tinggi. Kapan Selesainya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Mei 2023 | 10:59 WIB
Ilustrasi: Meskipun masih terasa sangat panas, tetapi sebenarnya suhu panas di Indonesia sudah mulai turun.  (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Meskipun masih terasa sangat panas, tetapi sebenarnya suhu panas di Indonesia sudah mulai turun. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.comSuhu panas di Indonesia beberapa minggu belakangan ini memang sangat luar biasa. Meski sempat turun hujan beberapa saat, tetapi tidak bisa menghilangkan rasa panas yang dirasakan.

Banyak spekulasi yang memperkirakan penyebab suhu panas di Indonesia ini, mulai dari perubahan iklim, badai matahari, hingga Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan suhu panas di Indonesia yang saat ini terjadi memang disebabkan oleh uap air dari transisi musim hujan ke musim kemarau.

Baca Juga: Bukan Heatwave yang Bikin Cuaca Panas di Indonesia, Meskipun Suhu Sempat Mencapai 37 Derajat Celcius

Namun, suhu panas di Indonesia sendiri tidak berhubungan dengan kemarau.

“Cuaca panas ini bukan merupakan sebab akibat dengan adanya kemarau. Karena kemarau itu merupakan salah satu musim yang pasti akan terjadi,” jelasnya.

Indonesia baru akan masuk musim kemarau akhir Mei hingga akhir September nanti. Namun, setiap tempat dan wilayah akan memulainya pada waktu yang berbeda-beda, termasuk intensitas panasnya.

Penyebab suhu panas di Indonesia

Ardhasena mewakili BMKG menegaskan bahwa penyebab suhu panas di Indonesia karena adanya gerak semu matahari. Ini adalah gerakan matahari yang seolah-olah bergerak naik ke utara dan turun ke selatan sepanjang tahun.

Dalam satu tahun, ada dua periode ketika matahari mendekat dan melintas di khatulistiwa. Biasanya, matahari akan melintas di khatulistiwa pada Maret dan September setiap tahunnya.

Baca Juga: Terpanggang Matahari dan Gelombang Panas, Ini Cara Pilih Sunblock yang Tepat

Jadi, jika misalnya matahari mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya, yaitu April dan Mei, suhu di sekitar wilayah Indonesia akan naik dan terasa lebih panas.

Itulah yang sedang terjadi di Indonesia. Dampaknya, masyarakat akan merasakan suhu panas yang meningkat dari biasanya, dan terasa lebih gerah.

Suhu panas sudah mulai menurun

Meski belum memasuki kemarau, tetapi Indonesia saat ini sudah masuk ke musim pancaroba. Periode yang biasa terjadi pada April dan Mei ini, membuat suhu atau temperatur akan lebih turun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Youtube @Kompascom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X