Marick Masters, seorang profesor bisnis di Wayne State University, mengatakan akan ada lebih banyak PHK yang dapat terjadi di seluruh tenaga kerja GM.
Ini karena perusahaan tersebut sedang mendanai transisinya ke semua kendaraan listrik. Hal itu bisa menjadi signifikan karena GM akan mulai menegosiasikan kontrak baru dengan United Automobile, Aerospace and Agricultural Implement Workers of America (UAW) untuk tenaga kerja per jam musim panas ini.
“GM, seperti tiga pesaing Detroit lainnya, terus berjuang menyelaraskan kembali struktur biaya mereka untuk beralih dari pembakaran internal ke elektrifikasi,” kata Marick.
Baca Juga: Bisnisnya Mengalami Pertumbuhan, Namun Deloitte PHK 1.200 Karyawan. Apa Alasannya?
Hal ini akan membutuhkan pemotongan tenaga kerja bergaji dan per jam, tenaga kerja kontrak, dan membuang aset produksi usang. Penyesuaian semacam ini dapat diharapkan karena laju transisi semakin cepat.
Selain memberhentikan ratusan karyawan kontrak dan menawarkan pensiun dini, pada Februari 2023 GM sudah memangkas beberapa ratus pekerjaan dari 81.000 tenaga kerja bergaji mereka secara global.
Saat itu, pihak GM memberitahu karyawan bahwa keputusan itu didasarkan pada kinerja mereka. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
IBM Gantikan Karyawan dengan AI atau Kecerdasan Buatan
Hadir di Met Gala 2023, Song Hye Kyo dan Jennie Blackpink Pamer Foto Berdua
Lakukan 6 Teknik Menenangkan Diri Ini Saat Merasa Cemas atau Panik
Pasar Iklan Makin Lemah, Vice Dikabarkan Bersiap Ajukan Kebangkrutan
Fakta Choupette, Kucing Karl Lagerfeld yang Masih Sibuk Bekerja Jadi Model dan Bintang Instagram
Keluarga Perempuan yang Tewas Terjatuh dari Lift di Bandara Kualanamu akan Somasi 6 Perusahaan