PejuangKantoran.com - Setelah memangkas hampir 600 pekerjaan karyawan secara global sebagai bagian dari restrukturisasi pada Januari 2023, platform streaming musik yang berbasis di Swedia, Spotify, mengumumkan putaran PHK lainnya.
Kali ini Spotify memberhentikan 200 karyawan di unit podcast-nya. Menurut Sahar El Habashi, Kepala Divisi Podcast Spotify, dalam memo internalnya, perusahaan akan memangkas tenaga kerjanya sebesar 2%.
Perusahaan saat ini sedang melakukan restrukturisasi bisnis setelah bertahun-tahun melakukan investasi besar.
Baca Juga: Sold Out: Hari Pertama Presale Tiket Timnas Indonesia vs Argentina! Calo Pun Bermunculan di Twitter
Langkah tersebut menyelaraskan Spotify dengan Meta Platforms (META.O) dan Roku (ROKU.O), yang juga telah memangkas pekerjaan untuk kedua kalinya sebagai tanggapan terhadap ekonomi yang tidak pasti.
Saham Spotify sebenarnya naik sekitar 0,5% pada awal perdagangan, mengungguli pasar yang lebih luas.
Spotify juga telah menghabiskan banyak uang untuk membangun bisnis podcast-nya dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berharap tingkat keterlibatan lebih tinggi yang ditawarkan oleh format tersebut akan mendatangkan lebih banyak pengiklan.
Namun, hal itu menyebabkan lonjakan pengeluaran operasional perusahaan, yang tumbuh dua kali lipat dari kecepatan pendapatannya tahun lalu.
Meningkatnya suku bunga dan inflasi yang tinggi berarti bahwa bisnis juga telah mengurangi pengeluaran untuk iklan.
Baca Juga: Merugi Saat Datangkan Slipknot, Promotor Ravel Junardy Konfirmasi Hadirkan BMTH ke Indonesia
Unit podcast sedang berjuang
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Spotify memangkas 6% tenaga kerjanya pada Januari 2023. Mereka juga mengumumkan kepergian Dawn Ostroff, yang membantu membentuk bisnis podcast.
Sahar El Habashi, yang mengepalai bisnis podcast, mengatakan bahwa perusahaan telah "membuat keputusan yang sulit, tetapi perlu untuk melakukan penataan strategis kembali".
Pada 2019, Spotify mengakuisisi jaringan podcast Anchor dan Gimlet untuk memperkuat bisnis. Namun, sejak itu telah memberhentikan karyawan di Gimlet dan studio podcast Parcast.
Perusahaan sekarang akan mengambil pendekatan yang disesuaikan untuk setiap acara dan konten kreator, dibandingkan dengan pendekatan seragam yang diikuti sebelumnya, menurut Elhabashi.
Artikel Terkait
Saat Wawancara Kerja, Berikan Jawaban yang Ubah Kelemahan Dirimu Jadi Kekuatan. Ini Tipsnya!
Persiapan Awal Sebelum Menjalani Tes Online Rekrutmen Bersama BUMN Tahap I, Cek Jadwal Tesnya!
Jangan Lupa Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Pertama di Indonesia dan Ketiga di Dunia!
Bukan Tema Perselingkuhan yang Bikin Marthino Lio Menikmati Syuting Detektif Jaga Jarak
Jalani Sidang Perdana Kasus Penganiayaan David Ozora, Mario Dandy Tidak Ajukan Eksepsi
Pengacara Shane Lukas Berjumlah 26 Orang, Hakim Batasi yang Boleh Masuk Ke Ruang Sidang