Mendadak, Warga Suku Baduy Minta Sinyal Internet Dihilangkan dari Wilayah Tempat Tinggal Mereka

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 9 Juni 2023 | 17:48 WIB
Ilustrasi: Warga suku Baduy Dalam meminta sinyal internet dihilangkan dari wilayah tempat tinggal mereka. (Unsplash/Alvian Hasby)
Ilustrasi: Warga suku Baduy Dalam meminta sinyal internet dihilangkan dari wilayah tempat tinggal mereka. (Unsplash/Alvian Hasby)

PejuangKantoran.com - Hidup di zaman digital seperti sekarang ini, sinyal internet mungkin sudah menjadi kebutuhan utama bagi banyak orang. Namun, tidak begitu dengan warga Suku Baduy.

Suku yang hidup di pedalaman Banten ini justru meminta sinyal internet dihilangkan dari wilayah tempat tinggal mereka. Hal itu disampaikan Kepala Desa Kanekes, Saija, dalam sebuah surat yang diberikan kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, pada Kamis (8/6/2023).

Baca Juga: Belajar Bahasa Baru Bisa Bikin Otak Kamu Jadi Sehat

Isi surat tersebut meminta sinyal internet dihilangkan dari wilayah tempat tinggal Suku Baduy. Khususnya wilayah yang diprioritaskan, yaitu wilayah Baduy Dalam, antara lain Cikeusik, Cibeo, dan Cikartawana.

Ada dua poin permintaan

Di dalam surat, kepala desa menuliskan dua poin permintaan. Pertama, permohonan menghapus sinyal internet atau mengalihkan pemancar sinyal (tower) agar tidak diarahkan ke wilayah tanah ulayat suku Baduy dari berbagai arah.

Dengan begitu, wilayah tersebut akan bersih dari sinyal internet atau istilahnya blankspot area internet. 

Kemudian di poin kedua, kepala desa juga memohon untuk membatasi, mengurangi, atau menutup aplikasi, program, dan konten negatif pada jaringan internet yang dapat memengaruhi moral dan akhlak generasi bangsa.

Alasan sinyal internet minta dihapuskan

Tentu saja bukan tanpa alasan Saija memberikan surat permohonan ke pemerintah, yang diwakilkan oleh  Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Saija mengatakan bahwa keberadaan sinyal internet, terutama di wilayah Baduy Dalam, membawa dampak negatif. Hal itu mengakibatkan generasi penerus di sana mudah mengakses berbagai aplikasi dan konten tidak mendidik yang bertentangan dengan adat.

Baca Juga: Gerakan Pengangguran Remaja Karawang (GEPREK) Demo, Protes Sulit Dapat Pekerjaan di Pabrik

Jadi, tujuan utamanya adalah untuk memperkecil pengaruh negatif dari internet kepada warga.

Meski begitu, Saija menyebut bahwa sinyal internet masih dibutuhkan untuk bisnis dan komunikasi di Baduy Luar karena di sana banyak yang memiliki usaha. Jadi, internet masih dibutuhkan untuk bisnis online.

Permohonan ini juga dilakukan Saija setelah melalui musyawarah dengan Barisan Kolot di Baduy yang keberatan dengan dua keberadaan tower yang memancarkan internet ke Tanah Ulayat Baduy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X