PejuangKantoran.com - Esports di Indonesia menjadi salah satu cabang olahraga yang menarik banyak minat masyarakat.
Pada awalnya, esports atau olahraga elektronik muncul di Indonesia pada turnamen video games Super Mario Bros di Surabaya pada 1989.
Super Mario Bros, platform games milik Nintendo, rilis kali pertama di dunia pada 1985.
Baca Juga: Lowongan Kerja Assistant Manager untuk Divisi Lisensi The Walt Disney Indonesia
Pada 1999, esports marak di Indonesia melalui game online. Turnamen game online kemudian berwujud menjadi Liga Games.
Per 2002, tercatat nama-nama games yang memiliki kompetisi semisal FIFA World Cup, Counter Strike, dan StarCraft.
Kebanjiran peminat
Momentum esports Indonesia mulai mendunia pada 2018. Kala itu, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games.
Cabang olahraga esports pada Asian Games 2018 meliputi enam divisi, yakni Mobile Legends, Hearthstone, Arena of Valor, Starcraft II, League of Legends, dan Clash Royale.
Indonesia meraih medali emas di divisi Clash Royale melalui atlet Ridel Yesaya.
Meski esports hanya cabang olahraga eksibisi pada Asian Games 2018, gema olahraga kesukaan generasi milienial dan Gen Z itu berdampak meluas.
Baca Juga: Catchplay+ Luncurkan Losmen Melati, Serial Horor Pertama dengan Konsep Universe
Di Indonesia juga, games esports Mobile Legends dan Dota 2 kebanjiran peminat.
Federasi yang menaungi esports di Indonesia juga menjadi penyempurna sohornya esports.
Pengurus Besar Esports Indonesia atau PBESI adalah induk olahraga esports di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Artikel Terkait
Siapin Tisu, Ini 4 Fakta Menarik Di Balik Pembuatan Film Air Mata Di Ujung Sajadah
Kebanyakan Utang, Raksasa Properti China Evergrande Bangkrut
Keyla Azzahra Purnama, Pembawa Baki Paskibraka 2023 yang Bercita-cita Jadi Polwan
Ternyata, Ini Alasan Pak Basuki Menyingkap Jas Erick Thohir saat Upacara HUT Kemerdekaan RI
In Memoriam: Marga T., Dokter dan Penulis Novel yang Melambungkan Novel Badai Pasti Berlalu
Pewaris Tahta Kerajaan Spanyol Putri Leonor Memulai Pendidikan Militer Selama 3 Tahun