news

Tragis, Korban Pinjol Dipecat dari Kantor dan Bunuh Diri karena Diteror oleh Debt Collector

Rabu, 20 September 2023 | 18:57 WIB
Tidak tahan dengan teror dari debt collector pinjol AdaKami, nasabah ini nekad bunuh diri. (Freepik.com/Rawpixel.com)

PejuangKantoran.com - Saat ini orang semakin mudah meminjam uang lewat aplikasi pinjaman online (pinjol). Namun, semakin bertambah pula mereka yang akhirnya bunuh diri karena diteror debt collector pinjol.

Kasus terbaru bunuh diri karena diteror debt collector pinjol adalah K (nama samaran). Suami dan ayah seorang balita ini memutuskan untuk bunuh diri karena tidak kuat menghadapi debt collector dari aplikasi pinjol legal, Adakami.

Cerita mengenai K ini dibagikan oleh akun X @rakyatvspinjol, yang menulis, “Aku mau cerita tentang korban kebrutalan terror DC pinjol legal Adakami yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri ya....”

Baca Juga: Plus Minus Punya Lebih dari Satu Kartu Kredit, Biar Nggak Malah Lupa Bayar dan Kebelit Utang

Kejadian berawal saat K meminjam uang di Adakami sebesar Rp9,4 juta. Namun, ia harus mengembalikan utangnya dengan jumlah nyaris dua kali lipat, yaitu sekitar Rp18 juta, bahkan hampir Rp19 juta.

Saat K mulai kesulitan membayar dan telat melakukan pembayaran, saat itulah teror dari debt collector Adakami mulai muncul. Teror pertama yang dilakukan adalah dengan terus-menerus menelepon kantor K.

Hal ini akhirnya mengganggu kinerja operator telepon di kantor K. Sebagai informasi, K merupakan pegawai honorer di salah satu kantor pemerintahan yang dikontrak 5 tahun lalu.

Ia kemudian diberhentikan karena telepon yang masuk ke kantor sudah dirasa sangat mengganggu.

K, sebagai seorang laki-laki, berusaha untuk menutupi kesulitan yang dia alami. K hanya bilang kepada keluarga bahwa dia dipecat karena SK nya tidak diperpanjang,“ tulis @rakyatvspinjol.

Teror lain mulai berdatangan

Setelah K dipecat, istri dan anak K pun memilih untuk pulang ke rumah orangtuanya. Sementara di rumah, K mulai menghadapi teror dari debt collector Adakami dalam bentuk lainnya.

Pihak pinjol mulai melakukan order fiktif menggunakan layanan Gofood. Jadi, dalam satu hari bisa ada 5-6 order Gofood fiktif yang datang ke rumah K. Padahal, ia sama sekali tidak memesannya.

Meskipun ada driver ojek online (ojol) yang mengerti itu adalah order fiktif dan tidak minta dibayar, tetapi ada juga yang tetap ingin dibayar.

Alhamdulillah terkadang tetangga nya yang take orderannya. Tapi karena order fiktif gofood datangnya setiap hari, tetangga pastinya tidak akan bisa bantu terus-terusan untuk selamanya...” lanjut @rakyatvspinjol.

Baca Juga: Pekerja Kantoran Bisa Cari Cuan lewat Investasi Reksadana Pendapatan Tetap, Begini Cirinya

Halaman:

Tags

Terkini