news

HSBC Akan Mengakuisisi Bisnis Manajemen Kekayaan Ritel Citi di Tiongkok

Jumat, 13 Oktober 2023 | 09:50 WIB
HSBC akan mengakuisi bisnis manajemen kekayaan ritel Citigroup di Tiongkok. (Unsplash/ve Jose G. Ortega Castro MX)

PejuangKantoran.com - Bulan lalu, CEO Citigroup Jane Fraser dikabarkan melakukan PHK terhadap sebagian karyawan bank tersebut sebagai upaya penyederhanaan struktur bank, setelah melakukan divestasi dari pasar non-inti dan fokus pada bidang yang menguntungkan.

Senin (9/10/2023) lalu dilaporkan, pesaing Citigroup, HSBC mengakuisisi bisnis manajemen kekayaan ritel Citigroup di Tiongkok. Hal ini sejalan rencana bank Amerika tersebut untuk perlahan menghentikan bisnis waralaba konsumennya di Asia.

HSBC, yang berkantor pusat di London, mengambil portofolio senilai $3,6 miliar dari Citi, yang mencakup simpanan dan aset lainnya di Tiongkok daratan. Namun, tidak termasuk kartu kredit, hipotek, dan pinjaman lainnya, demikian pernyataan HSBC.

Baca Juga: Tren Baru di Tiongkok: Kaum Pekerja yang Lebih Memilih Jadi “Anak Penuh Waktu”. Apa Penyebabnya?

Kepada Nikkei Asia, Citi mengatakan bahwa pihaknya belum mengungkapkan nilai transaksinya secara rinci. Sementara HSBC pun belum merespons Nikkei Asia mengenai biaya transaksi tersebut.

Akhir tahun lalu, Citi menyatakan berencana untuk melepaskan bisnis perbankan konsumennya di Tiongkok sebagai bagian dari penarikan regional dari sektor tersebut, yang sudah dimulai dua tahun lalu.

Langkah tersebut dilakukan ketika HSBC membangun bisnis wealth management-nya di Tiongkok. HSBC menyatakan bahwa jumlah orang dewasa dengan kekayaan bersih setidaknya $250.000 di negara tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 351 juta pada tahun 2030.

Dalam pernyataan resminya, Nuno Matos, CEO of Wealth and Personal Banking di HSBC, mengatakan bahwa Tiongkok Daratan merupakan inti dari ambisi perusahaannya untuk menjadi pengelola kekayaan terkemuka di Asia.

“Investasi ini akan memungkinkan kami untuk lebih mengembangkan bisnis inti kekayaan kami di HSBC Bank Tiongkok,” ungkapnya.

Bisnis wealth management Citi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu akan dimasukkan ke dalam operasi wealth and personal banking HSBC di negara tersebut.

Wealth and personal banking HSBC di Tiongkok telah mencatat kerugian sebelum pajak setiap paruh pertama tahun ini sejak tahun 2020.

Baca Juga: Kebanyakan Utang, Raksasa Properti China Evergrande Bangkrut

Selama enam bulan pertama 2023, perusahaan mengalami kerugian sebesar $12 juta, lebih kecil dari kerugian $38 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Secara global, sektor bisnis yang sama mencatat pertumbuhan yang kuat dengan menghasilkan laba sebelum pajak sebesar $8,6 miliar pada semester pertama, naik 344% dari periode yang sama pada tahun 2022.

HSBC juga telah memperluas jalur lain untuk menjangkau konsumen kaya Tiongkok, termasuk mengakuisisi 50% sisa saham di HSBC Life Tiongkok, dan menjalankan usaha patungan untuk menjual reksa dana ritel.

Halaman:

Tags

Terkini