Citi, di sisi lain, keluar dari bisnis waralaba konsumennya di Tiongkok untuk fokus pada bisnis institusionalnya. Mereka juga meningkatkan upaya untuk menjaring klien-klien dengan kekayaan bersih tinggi dan klien ultra-kaya di Tiongkok melalui Hong Kong.
Pada bulan November, Citi Global Wealth Center pertama dibuka di pusat perbelanjaan ikonik Hong Kong yang terletak di area yang populer dengan pengunjung daratan.
Pada awal Juni, enam bulan sebelum Citi mengumumkan penutupan bisnis konsumennya di Tiongkok, CEO Jane Fraser menjadi eksekutif asing pertama yang bertemu dengan Li Yunze.
Yunze adalah kepala Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (National Financial Regulatory Administration) yang baru dibentuk, lembaga pengawas yang kuat untuk sektor perbankan dan asuransi Tiongkok.
Fraser mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa Citi justru berkomitmen untuk melakukan ekspansi di Tiongkok, menurut pengumuman dari regulator Tiongkok.
Pada April 2021, Citi mengumumkan akan keluar dari 14 pasar konsumen di Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Meksiko. Di Asia, Citi menyelesaikan penjualan bisnis perbankan konsumen Taiwan ke Bank DBS pada bulan Agustus 2022.
United Overseas Bank Singapura pada Januari 2022 juga mengumumkan rencana untuk mengakuisisi portofolio pinjaman tanpa jaminan, pengelolaan kekayaan, dan bisnis ritel Citi di Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam senilai sekitar 4,9 miliar dolar Singapura ($3,6 miliar).
Artikel Terkait
Jadwal Kerja Karyawan Offshore, Baru Bisa Pulang ke Rumah Beberapa Bulan Sekali
Pekerja Offshore Butuh Ketahanan Fisik yang Tinggi, tapi Gajinya Juga Nggak Kaleng-kaleng
Siap-Siap, Korea Indonesia Film Festival dan Pekan Film Lain Digelar Selama Oktober-November
Tiru Cara Berpikir Sederhana ala Steve Jobs Agar Komunikasi dengan Tim Lebih Efektif
Fitur Skin Test dalam Kanal LazBeauty Bantu Konsumen Memilih Produk Kecantikan Sesuai Jenis Kulit
Kecewa karena Sering Ditolak Setelah Wawancara Kerja? Jangan Menyerah dan Lakukan Ini!