news

Riset: Promosi Makanan Tak Sehat yang Agresif Jadi Pemicu Tingginya Angka Kegemukan

Jumat, 1 Maret 2024 | 21:18 WIB
Ilustrasi obesitas. (: Istimewa.)

Kegemukan

WHO mengatakan bahwa punya catatan terhadap 190 negara yang penduduknya mengalami obesitas.

Dari komposisi jenis kelamin penduduk, sekitar 80 persen penduduk Tonga dan Nauru terkena obesitas.

WHO menambahkan juga, penyandang obesitas sering terlanda sedikitnya 3 jenis penyakit.

"Pertama, orang obesitas atau kegemukan sering terkena penyakit jantung," kata WHO.

Di urutan kedua di belakang penyakit jantung adalah penyakit diabetes atau gula paling mengancam orang kegemukan.

"Beberapa jenis penyakit kanker juga melanda orang kegemukan atau obesitas," kata WHO.

Peneliti WHO pun menyebut beberapa negara bahkan sudah berada dalam status kritis obesitas.

Alasannya, di negara-negara itu, jumlah penduduk kegemukan atau obesitas di atas 80 persen dari jumlah populasi.

"Kondisi ini yang disebut krisis obesitas," kata WHO.

Pada bagian lain, lanjut WHO, anak-anak dan remaja kini makin rentan mengalami kenaikan empat kali jumlah yang mengidap obesitas.

Sementara itu, angka kenaikan jumlah penyandang kegemukan atau obesitas pada perempuan dewasa cenderung naik dua kali lipat.

Lantas, pria dewasa dengan obesitas, jumlahnya bisa baik tiga kali lipat.

"Sudah waktunya seluruh dunia menaruh perhatian serius mengurangi obesitas demi kesehatan," pungkas WHO.

Halaman:

Tags

Terkini