Menurut penelitian McKinsey dan LeanIn.org, hambatan terbesar bagi kemajuan perempuan di tempat kerja terjadi pada awal promosi ke manajemen.
Laki-laki jauh lebih besar kemungkinannya untuk dipromosikan dari posisi awal menjadi manajer, dan kesenjangan awal ini juga menjelaskan mengapa jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior lebih sedikit.
Kemunduran karir awal di bagi perempuan ini sering disebut sebagai “anak tangga yang rusak” dalam jenjang karir perempuan.
Baca Juga: Nggak Siap Naik Jabatan? Begini Cara Menolaknya tanpa Terkesan Tidak Bersyukur
Survei AMA mengenai sistem kerja hybrid menunjukkan bahwa format kerja baru mungkin malah memperburuk kondisi yang ada, sehingga semakin memudahkan laki-laki muda untuk mendapatkan promosi pertama.
AMA menyarankan perusahaan yang mempunyai potensi untuk membuat perbedaan yang signifikan dengan memprioritaskan pengembangan dan pembinaan seluruh karyawannya, baik di dalam maupun di luar kantor.
“Mereka juga bertanggung jawab untuk mengenali, mengakui, dan menyesuaikan perubahan guna memastikan akses yang setara terhadap para pemimpin senior.
“Selain itu juga peluang pelatihan dan pendampingan yang setara terlepas dari format tempat kerja—jarak jauh, hybrid, atau di kantor,” tulis para peneliti.