"Mereka (kaum perempuan) akan melakukan hal-hal seperti mencari dukungan sosial dari orang-orang terkasih, teman, dan kolega terkait kecemasan mereka, dan melakukan hal-hal praktis seperti berlatih wawancara tiruan dengan teman-teman mereka.
“Di sisi lain, reaksi pria adalah melakukan strategi penanganan yang lebih maladaptif. Mereka akan berpura-pura hal itu tidak terjadi, mengabaikannya, menonton TV, dan melakukan hal-hal yang meredakan stres, tetapi menghambat kinerja di kemudian hari," tambahnya.
Baca Juga: Cara Mudah Sukses Bisnis: Pendapatan UMKM di Simalungun Melonjak Berkat Program AgenBRILink
Cara meningkatkan kinerja
Temuan penelitian ini ternyata tidak hanya berguna bagi orang yang diwawancarai, tetapi juga bagi perusahaan yang ingin merekrut karyawan.
Karena perusahaan juga akan mengalami banyak kerugian jika merekrut orang yang salah, Justin memperingatkan mereka untuk tidak hanya melihat wawancara sebagai prediktor utama keberhasilan atau kegagalan di masa mendatang.
"Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sebenarnya merusak validitas instrumen. Anda malah akan salah membuat keputusan kalau hanya mempertimbangkan kecemasan," kata Justin.
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, Justin menyarankan agar pencari kerja benar-benar fokus pada cara meningkatkan kinerja mereka secara praktis.
Baca Juga: Ayana Mid Plaza Jakarta Buka Lowongan Kerja Jadi Penyambut Tamu
Berlatihlah melakukan wawancara kerja bersama teman, atau baca buku tentang wawancara sehingga kamu bisa meningkatkan kepercayaan diri.
“Bicaralah dengan teman dan keluarga tentang wawancara tersebut dan bagaimana cara mengatasi kecemasan kamu," saran Justin.