Perempuan Lebih Baik daripada Laki-Laki dalam Wawancara Kerja, meskipun Lebih Stres

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 November 2024 | 22:08 WIB
Ilustrasi: Kaum perempuan ternyata lebih mampu mengatasi stres saat wawancara kerja daripada laki-laki.  (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Kaum perempuan ternyata lebih mampu mengatasi stres saat wawancara kerja daripada laki-laki. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Tegang dan stres saat wawancara itu biasa. Bagaimana kita mengatasi ketegangan itulah yang kemudian akan menentukan bagaimana penampilan kita saat wawancara.

Dalam hal ini, kaum perempuan ternyata lebih mampu mengatasi stres saat wawancara kerja daripada laki-laki. Hal itu menyebabkan kaum perempuan tampil lebih baik dalam wawancara kerja daripada laki-laki.

Itulah simpulan dari penelitian baru dari University of Western Ontario, yang mengamati bagaimana laki-laki dan perempuan menangani stres dalam wawancara kerja.

Baca Juga: Kenali Sistem Iuran BPJS Kesehatan sebelum KRIS Mulai Diterapkan pada Juli 2025

Justin Feeney, mahasiswa doktoral yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut, melakukan dua penelitian berbeda bersama Julie McCarthy, profesor di Rotman School of Management, dan Richard Goffin, profesor psikologi industri dari University of Western Ontario.

"Penelitian pertama meneliti dampak kecemasan saat wawancara kerja terhadap performa wawancara kerja, dan kami mengonfirmasi penelitian sebelumnya bahwa kecemasan saat wawancara merupakan prediktor negatif terhadap performa,” ujar Justin.

Penelitian lain yang dilakukan University of California dan University of Southern California menemukan bahwa rata-rata, perempuan menghadapi lima pertanyaan yang diinterupsi oleh pewawancara, sedangkan rekan pria mereka hanya menghadapi empat pertanyaan.

Akademisi perempuan juga menerima dua pertanyaan lanjutan lagi, dan totalnya 17 pertanyaan—tiga pertanyaan lebih banyak dari kandidat pria pada umumnya—yang berarti mereka menghabiskan proporsi waktu yang lebih besar untuk menjawab pertanyaan.

Perempuan juga lebih banyak ditanyai oleh panel perekrutan, sehingga mereka lebih cenderung terburu-buru dalam presentasi.

Mencari dukungan sosial

Baca Juga: Skor ESG Naik, BRI Tembus Peringkat 5 Persen Teratas Di Sektor Perbankan Global

Peneliti kemudian mengamati bagaimana jenis kelamin memengaruhi temuan tersebut. Ternyata meskipun wanita lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan pria, hal itu tidak memengaruhi performa mereka sebanyak pria.

Keingintahuan itu mendorong para peneliti untuk menyelidiki lebih jauh mengapa ada perbedaan antara pria dan wanita saat wawancara kerja.

Tim peneliti lalu melakukan wawancara simulasi terhadap lebih dari 400 mahasiswa di universitas tersebut untuk melihat mekanisme penanganan yang digunakan para mahasiswa.

"Kami menyusun instrumen yang mengukur gaya penanganan pria dan wanita dalam wawancara kerja, dan yang kami temukan adalah wanita beradaptasi lebih proaktif daripada pria," kata Justin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Nature, Whatishumanresource.com, Eplo.int

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X