BRI menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui tiga fase, yakni fase dasar, integrasi dan interkoneksi.
Pada fase dasar, BRI melakukan mapping UMKM dengan sistem self-assessment naik kelas dengan menggunakan indikator yang sudah difasilitasi oleh BRI.
Pada fase integrasi, BRI mengintegrasikan sistem dan database dengan kementerian/lembaga terkait sehingga menjadi data center UMKM.
Sedangkan pada fase interkoneksi, BRI melakukan integrasi antara sistem dan database milik Perseroan, kementerian/lembaga terkait, serta koneksi dengan instansi eksternal terkait perizinan, sertifikasi halal, dan UMKM ekspor.
Modal intelektual dan sosial
Kolaborasi dengan BPOM juga merupakan langkah penting untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik domestik maupun global, tambah Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.
Arief optimis bahwa inisiasi Kementerian BUMN bersama BPOM akan mendorong semangat entrepreneurship nasabah binaannya, dan keluar dari zona subsisten.
Hal tersebut sejalan dengan visi PNM dalam memberikan modal intelektual dan sosial selain modal finansial agar tumbuh menjadi masyarakat yang madani.
Dengan akses pembiayaan dan pendampingan, UMKM akan memiliki daya saing lebih dan semakin dipercaya pembeli.
Baca Juga: 5 Keterampilan Teknis dan Sertifikasi yang Harus Dimiliki Calon Cyber Security Analyst
Langkah awal PNM untuk mewujudkan tugas besar tersebut adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya memiliki izin edar BPOM bagi usaha khususnya di sektor makanan, minuman, dan produk herbal.
Melalui edukasi yang ringan dan relevan, PNM berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung percepatan pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.