- Dengarkan sudut pandang mereka
Saat mengatasi konflik dengan rekan kerja, mungkin ada sisi masalah yang tidak kamu lihat. Setelah kamu menyampaikan argumen, dengarkan dan pahami apa yang dikatakan rekan kerjamu itu tentang masalah kalian, serta motif di balik tindakannya.
Setelah kamu mendengarkan sudut pandang mereka, ajukan pertanyaan tambahan untuk memastikan kamu memahami alasan dia. Mendengarkan sudut pandang satu sama lain dengan benar dapat membantu kalian mencapai kompromi.
- Carilah solusi damai
Berusaha menemukan resolusi yang cocok bagi kalian bersama. Ingatlah, bahwa kemungkinan besar kalian masih akan bekerja bersama.
Oleh karena itu kesepakatan harus dicapai, meskipun kamu setuju atau tidak setuju.
Penting bagi kalian untuk meninggalkan pertemuan tersebut dengan perasaan bahwa kalian masih tetap dapat bekerja sama e depan.
Baca Juga: 3 Hal Ini Ternyata Bukan Tanggung Jawab HR Sepenuhnya, karena Perlu Kerja Sama Semua Pihak
- Pahami kapan pihak ketiga perlu dilibatkan
Sebagian besar konflik antarkantor dapat diselesaikan antara dua orang yang terlibat, namun ada beberapa situasi ketika pihak ketiga perlu dilibatkan.
Jika masalahnya melibatkan ketidaksepakatan mengenai projek yang kamu kerjakan bersama dengan orang lain, anggota tim lainnya mungkin dapat memberikan umpan balik untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut.
Jika ada perilaku diskriminatif atau pelecehan terhadap kamu dari rekan kerjamu ini, manajemen perusahaan dan HR biasanya perlu dilibatkan.