Ia berpendapat bahwa para dokter tidak bisa hanya mengandalkan AI untuk memberikan meningkatkan produktivitas, konsistensi, dan keselamatan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Harus digunakan dengan bijak
Alison Dennis dari firma hukum Taylor Wessing juga memperingatkan bahwa dokter perlu melangkah dengan hati-hati dengan penggunaan AI di bidang kedokteran.
“Ada risiko yang sangat tinggi bahwa AI tidak memberikan diagnosis atau jalur pengobatan yang lengkap atau benar,” peringatnya.
Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter
Menurutnya, alat AI yang telah dilatih dengan kumpulan data yang andal dan kemudian divalidasi sepenuhnya untuk penggunaan klinis, lebih cocok dalam praktik klinis.
Sementara untuk produk medis spesialis maka harus diatur dan menerima beberapa bentuk akreditasi resmi.
Selain itu, pastikan juga semua data yang dimasukkan ke dalam alat AI disimpan dengan aman di dalam infrastruktur sistem kesehatan yang berhak.
Dengan begitu, informasi hasil penggunaan AI di bidang kedokteran tidak bisa digunakan lebih lanjut sebagai data pelatihan tanpa perlindungan yang sesuai, apalagi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Elga Windasari)