Beliau menggunakan sepak bola untuk menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, dan kerja sama tim, dengan menyelenggarakan acara-acara seperti "Pertandingan Antar Agama untuk Perdamaian".
Sepanjang masa jabatannya, dia sering menggunakan analogi sepak bola dalam pidatonya untuk menggambarkan konsep-konsep seperti kerja sama tim, kerja keras, dan inklusivitas.
Baca Juga: Ada Apa Nih? Microsoft Larang Karyawannya Pakai Aplikasi AI dari China, DeepSeek!
Mulai dari mendukung Paralympic Games, bikin tim sepak bola perempuan Vatikan, sampai mendorong berdirinya Atletica Vaticana, organisasi olahraga resmi Vatikan.
Nah, sekarang di bawah Paus Leo XIV, kelihatannya semangat ini bakal terus lanjut, tapi mungkin fokusnya bergeser dari sepak bola ke baseball.
Nggak heran sih, mengingat dia punya sejarah panjang dengan White Sox. Sampai-sampai Cubs dan Sox saling klaim di papan stadion mereka bahwa sang Paus adalah “milik mereka”. Iya, segitu bangganya mereka karena Paus baru ini dari Amerika.
Sementara itu, ESPN juga sempat mengangkat cerita lucu, di mana dua pemain NBA yang dulu satu kampus dengan Robert Prevost (di Villanova University) ngobrol soal “reuni alumni” karena sekarang mereka satu bintang dengan Paus!
Baca Juga: Harapan buat Atasan, Kalau Mau Karyawan Andalan Merasa Dihargai dan Nggak Melirik Perusahaan Lain
Jadi, meski Paus Leo nggak suka-suka amat olahraga, dia tetap punya tempat spesial di hati fans olahraga Amerika. Siapa tahu, ke depannya kita bakal lihat baseball jadi lebih banyak dibahas di Vatikan.
Siapa tahu juga, dengan latar belakangnya yang akademis dan spiritual, Paus Leo bisa membawa semangat olahraga jadi bagian dari dialog global, seperti yang dilakukan Fransiskus lewat sepak bola.
Intinya, baik itu di lapangan bola atau altar, nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, dan semangat pantang menyerah itu tetap penting. Mungkin itu yang bikin Paus Leo bisa jadi sosok yang “klik” dengan fans olahraga dari mana pun.