Dengan begitu, diharapkan pengguna TransJakarta tetap dapat melanjutkan perjalanan, meski harus dengan rute berbeda.
KAI Commuter tambah personel di stasiun strategis
Tidak hanya jalan raya, transportasi kereta juga terdampak.
KAI Commuter menegaskan sudah menyiapkan langkah khusus untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pengguna commuter line.
Sebanyak 154 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari petugas internal KAI Commuter, TNI, dan Polri, yang ditempatkan di beberapa stasiun penting dekat lokasi aksi.
Rinciannya:
- Stasiun Tanah Abang 50 personel
- Stasiun Palmerah 53 personel
- Stasiun Kebayoran 24 personel
- Stasiun Karet 27 personel
Selain itu, KAI Commuter juga menurunkan pegawai dari kantor pusat untuk membantu pelayanan di lapangan.
Petugas ini bertugas di posko stasiun guna memberikan informasi, membantu mengatur arus penumpang, serta memastikan pelayanan tetap berjalan.
Khusus pada lintas Rangkasbitung, KAI Commuter menyiapkan skenario rekayasa perjalanan.
Jika jalur rel antara Tanah Abang–Palmerah dianggap tidak kondusif karena adanya massa, maka perjalanan commuter line dari arah Rangkasbitung hanya akan beroperasi sampai Stasiun Kebayoran atau Palmerah.
Kereta kemudian akan kembali ke arah Serpong, Parungpanjang, hingga Rangkasbitung.