news

Jangan Harap Bisa Memakai Google Maps sebagai Petunjuk Arah Satu-satunya di Korea Selatan!

Rabu, 10 September 2025 | 19:24 WIB
Perbedaan tampilan Google Map, Naver, dan Kakao Map saat mencari petunjuk arah dari Seoul Station ke Gangnam Station. (Google/Naver/Kakao Map)

PejuangKantoran.com - Dari berbagai jenis aplikasi penunjuk arah, boleh dibilang Google Maps yang paling jadi andalan bagi orang Indonesia. Aplikasi ini terintegrasi dengan ekosistem Google yang lain, seperti Gmail, Google Search, atau Google Photos, sehingga punya basis data yang besar.

Namun buat yang suka travelling dan berencana liburan ke Korea Selatan, jangan harap bisa mengandalkan Google Maps. Mungkin kamu harus menginstal aplikasi lokal seperti Kakao Map dan Naver Map untuk bisa menjelajah kota.

Masalahnya, fitur yang ada di aplikasi penunjuk arah ini sering kali tidak selengkap dan sepraktis Google Maps. Akibatnya, para turis jadi repot harus bolak-balik buka tiga aplikasi hanya untuk memastikan rute.

Baca Juga: Punya Bos atau Rekan Kerja yang Narsis? Begini Cara Menghadapi Mereka di Kantor!

Padahal, Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara paling modern di Asia. Internetnya cepat, teknologinya canggih, dan industri hiburannya kelas dunia. Produk Google lain seperti Gmail atau YouTube juga lancar-lancar saja dipakai di sana.

Jadi, kenapa Google Maps yang jadi pengecualian?

Masalah keamanan nasional

Masalah ini ternyata sudah berlangsung hampir dua dekade. Google tadinya ingin mengakses data peta detail milik pemerintah Korea Selatan. Data ini penting untuk menghadirkan fitur navigasi lengkap, mulai dari petunjuk jalan kaki sampai rute mobil.

Namun, pemerintah Korea Selatan menolak permintaan itu karena pertimbangan keamanan nasional. Mereka khawatir data peta yang sangat detail bisa membahayakan, apalagi mengingat situasi geopolitik dengan Korea Utara yang masih tegang.

Di sisi lain, ada faktor sejarah yang bikin hubungan Google dan Korea Selatan jadi rumit. Misalnya, tahun 2008 Google sempat melabeli beberapa lokasi di Korea dengan nama Jepang, yang sensitif mengingat masa lalu penjajahan Jepang. Hal ini membuat pemerintah Korea semakin hati-hati.

Baca Juga: 4 Perangkap Karier yang Diam-Diam Bisa Menghambat Kesuksesan Kamu, Coba Dicek!

Dampak buat turis

Buat para turis, dampaknya cukup terasa. Saat membuka Google Maps di Korea, kamu memang bisa melihat lokasi kota, jalan, atau stasiun. Tetapi begitu mau cari petunjuk arah jalan kaki atau berkendara, yang muncul hanya pesan error: “Can’t seem to find a way there.”

Itu sebabnya aplikasi penunjuk arah lokal seperti Kakao Map jadi penyelamat. Meski tampilannya nggak begitu familiar, tetapi masih bisa dipakai untuk navigasi sehari-hari.

Kalau dilihat lebih jauh, masalah ini bukan cuma soal aplikasi peta. Ketiadaan Google Maps di Korea Selatan berkaitan dengan isu yang lebih besar, yaitu kedaulatan digital. Siapa yang berhak mengontrol data sebuah negara, dan siapa yang diuntungkan kalau data itu dibagikan?

Halaman:

Tags

Terkini